Pelatih Arema Murka di Ruang Ganti Usai Timnya Ditahan Imbang PSM Makassar


Pelatih Arema FCMarcos Santos, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya gagal mengamankan tiga poin penuh dalam laga tandang kontra PSM Makassar.

Laga seru yang berlangsung di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (13/9/2026) sore itu, berakhir imbang dengan skor 3-3.

Sempat memimpin nyaman 3-1, Singo Edan harus puas berbagi angka setelah laga berakhir imbang 3-3 di menit-menit akhir pertandingan.

Marcos Santos mengatakan, kegagalan mengunci kemenangan murni berasal dari kelengahan anak asuhnya yang mengendurkan kedisiplinan taktis menjelang peluit akhir.

“Jelas ini sangat sulit. Saya sangat menuntut pemain saya sekarang. Kami tidak boleh memimpin 3-1 di papan skor, berada di depan, lalu di bola terakhir menyerahkan sebuah perjuangan dan rencana taktis yang sudah disiapkan,” katanya saat sesi konferensi pers usai pertandingan.

Marcos memuji permainan PSM Makassar yang menguasai jalannya pertandingan.

Menurutnya, jika ingin bersaing di papan atas Super League hal ini tidak boleh kembali dialami timnya.

“Kredit juga untuk Makassar yang tidak menyerah. Mereka tim yang bagus dan sangat terlatih. Tapi jika kami ingin bersaing di papan atas, kami tidak boleh kehilangan poin seperti yang kami lepaskan sekarang karena kesalahan kami sendiri. Dengan segala hormat untuk Makassar, tapi ini kesalahan kami,” ungkapnya.

Selain mengkritik konsentrasi di lini pertahanan, Marcos Santos juga menyesali kegagalan lini serangnya yang menyia-nyiakan dua hingga tiga peluang emas untuk mengakhiri perlawanan musuh lebih cepat.

“Kami seharusnya bisa mengunci pertandingan dengan dua atau tiga situasi untuk mencetak gol keempat. Saya juga merasa VAR atau wasit seharusnya bisa melihat situasi potensi penalti pada Gabi (Gabriel Silva),” ucapnya.

Kekecewaan mendalam juga dialami gelandang senior Singo Edan, Julian Guevara.

Pemain asal Kolombia itu mengutarakan, pelatih Marcos Santos meluapkan kemarahannya di ruang ganti usai laga akibat kebobolan pada menit-menit akhir.

“Pelatih marah dengan pemain karena kita tidak boleh kebobolan gol seperti di menit-menit terakhir. Ada banyak situasi di mana kita bisa mencetak gol untuk membunuh pertandingan, tapi kita tidak bisa menyelesaikannya,” ucapnya.

Guevara menegaskan, keputusan wasit atau VAR mengenai insiden penalti Gabriel Silva bukan menjadi alasan utama atas kegagalan ini.

Dia sepakat pihaknya harus melakukan evaluasi atas hilangnya kemenangan yang sudah di depan mata.

“PSM tim yang bagus dengan banyak pemain berkualitas. Namun, pelatih marah karena hari ini kami seharusnya mendapatkan hasil positif dan membawa pulang tiga poin penuh,” tutup Guevara.

Jalannya Pertandingan

Arema FC lebih dulu membuka keunggulan melalui Gabriel Silva pada menit ke-29.

Enam menit kemudian, Singo Edan mendapat penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.

Gustavo Franca yang menjadi eksekutor berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-35.

PSM memperkecil ketertinggalan melalui penalti Stevan Jevtoski pada menit 45+1.

Memasuki babak kedua, Arema kembali menjauh melalui gol Careca pada menit ke-61.

PSM kemudian memasukkan Luka Cumic. Penyerang asal Serbia itu langsung memberikan dampak.

Cumic mencetak gol pada menit ke-66 untuk mengubah skor menjadi 2-3.

PSM terus menekan hingga penghujung laga. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit 90+5.

Cumic kembali mencetak gol sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Hasil ini membuat PSM mengoleksi satu poin dan berada di posisi ke-13 klasemen sementara. Arema FC berada di posisi keempat dengan empat poin.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *