Nagoya Banjir, Atlet Indonesia untuk Asian Games Dipastikan Aman

Hujan deras yang menyebabkan banjir di Nagoya, Jepang, sempat membuat ratusan atlet dan ofisial Asian Games Aichi-Nagoya 2026 harus dievakuasi. Ketua Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu memastikan kontingen ”Merah Putih” aman. Tuan rumah pun meyakini situasi akan terkendali sehingga Asian Games akan berjalan sesuai rencana.

Dalam laporan Reuters pada Rabu (9/9/2026), ratusan atlet dan ofisial dievakuasi pada Selasa malam karena banjir tersebut. Evakuasi dilakukan setelah Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan darurat Level 5 untuk Aichi dan Gifu karena curah hujan tinggi dan banjir.

JMA mencatat, curah hujan di Nagoya pada hari itu mencapai 219,5 milimeter, dengan curah hujan maksimum dalam 1 jam mencapai 104,5 milimeter. Media Jepang, Kyodo News, melaporan, berdasarkan keterangan pihak berwenang, satu orang tewas akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras tersebut dan lebih dari 40 orang mengalami luka ringan di Jepang tengah.

Di antara atlet yang harus dievakuasi adalah timnas basket dan timnas anggar Indonesia. Para atlet basket dan anggar merupakan rombongan pertama kontingen Indonesia yang berangkat dan tiba di Nagoya. Mereka berangkat lebih awal karena pertandingan digelar sebelum pembukaan pada 19 September 2026.

Ketua Kontingen (Chief de Mission/CdM) Indonesia untuk Asian Games Todotua Pasaribu mengatakan, setelah sempat menjalani perubahan rute perjalanan karena terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, tim basket dan tim anggar berhasil diberangkatkan ke Nagoya pada Senin (7/9/2026). Namun, setibanya di sana, mereka harus dievakuasi karena banjir.

Todotua mengatakan, tidak hanya atlet Indonesia yang terdampak banjir tersebut. Atlet-atlet dari negara lain yang sudah tiba di Nagoya juga ikut terdampak. Begitu juga warga setempat beserta sejumlah aktivitas publik dan layanan umum.

Todotua menegaskan, tim Indonesia terus memantau kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta otoritas setempat. Keputusan terkait penanganan kondisi di lapangan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan panitia penyelenggara Asian Games.

”Kita akan mengikuti aturan dari panitia dan pemerintah setempat. Sejauh ini atlet kita yang sudah berada di sana posisinya aman. Kita tinggal menunggu, mudah-mudahan dalam waktu segera kondisi bisa reda,” kata Todotua.

Todotua melanjutkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan di Nagoya. Ia memastikan kebutuhan para atlet, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga layanan pendukung, dapat terpenuhi sehingga atlet tidak perlu khawatir dan dapat berkonsentrasi pada pertandingan.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan, setiap keberangkatan atlet selalu dilengkapi rencana-rencana untuk mengatasi situasi darurat. Ia berkaca pada pengalamannya menjadi CdM untuk Olimpiade Rio de Janiero 2016.

Untuk itu, Okto meyakini CdM Asian Games 2026 dan tim telah mengantisipasi situasi darurat tersebut. Adapun pihaknya juga masih terus berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Jepang terkait kondisi di Nagoya.

Belum ada informasi terbaru soal perkembangan banjir di Nagoya. Akan tetapi, perhelatan Asian Games sudah dimulai dengan beberapa cabang olahraga yang telah dipertandingkan.

Timnas basket Indonesia, misalnya, sudah menjalani laga perdana kontra tuan rumah di Aichi International Arena, Nagoya, Kamis (10/9/2026). Dalam pertandingan Grup A itu, Yudha Saputera dan kawan-kawan kalah telak dari Jepang, 53-98.

Wali Kota Nagoya Ichiro Hirosawa menepis kekhawatiran banjir yang melanda daerahnya akan mengganggu perhelatan Asian Games. ”Situasinya tidak cukup parah untuk membahayakan pembukaan Games pada tanggal 19,” ujarnya.

Atap di beberapa tempat penyelenggaraan bocor, tetapi Hirosawa memperkirakan Games akan tetap berlangsung sesuai rencana. Pembukaan pun tetap berlangsung sesuai jadwal, tanpa penundaan.

”Kami belum dapat sepenuhnya menilai situasi di luar kota Nagoya. Jadi, saya tidak dapat berkomentar tentang situasi secara keseluruhan,” ujar Hirosawa.

”Berdasarkan informasi yang kami miliki saat ini, saya yakin kami akan dapat menyelenggarakan Games tanpa penundaan,” ucapnya lagi.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *