Redam Sentimen Negatif, Trump dan Republikan Gelar Konvensi Pemilu Sela Perdana

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan partai pengusungnya, Partai Republik, akan menggelar konvensi di Dallas, Texas, sebelum pemilu sela. Hal itu di luar kebiasaan karena konvensi partai di AS biasa dilakukan sebelum pemilu presiden untuk menyaring para kandidat terbaik ataupun konsolidasi partai melalui program unggulan yang ditawarkan.

Konvensi Republik akan digelar di Dallas, salah satu basis pemilih konservatif pendukung utama Republikan selama ini. ”Kabar baik untuk pertama kali, Partai Republik akan mengadakan Konvensi untuk Pemilihan Sela di Dallas, salah satu tempat favorit saya di dunia,” kata Trump di Truth Social, dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (1/7/2026).

Trump akan berkampanye untuk menggalang dukungan bagi Partai Republik agar menang dalam pemilu sela pada November mendatang. Jika Republikan kalah, dipastikan Trump akan menjadi bulan-bulanan secara politik karena kebijakan anggaran dan langkahnya akan dijegal di Kongres.

Saat ini sentimen negatif menguat di kalangan publik AS atas langkah kontroversial Trump yang mengedepankan perang yang menghasilkan laba bagi industri senjata, tetapi mengabaikan kesejahteraan rakyat. Belum lagi perang tarif yang dilancarkan Trump terhadap beberapa negara justru membuat harga-harga di AS naik sehingga warga kelas menengah ke bawah semakin terpuruk.

Di Senat AS per tahun ini, Republikan menguasai 53 kursi dan Demokrat memiliki 47 kursi. Sementara di Kongres, Partai Republik menguasai 218 kursi dan Demokrat mempunyai 212 kursi. Pemilu sela akan memperebutkan semua kursi di DPR AS sebanyak 435 kursi dan sepertiga dari 100 kursi Senat.

Konvensi Republik pada 9-10 September akan menghadirkan rakyat AS kelas pekerja, para penemu, pengusaha, industriwan, tenaga tanggap darurat, dan pencipta lapangan kerja. Mereka, menurut Trump, adalah pembentuk masa keemasan AS yang sedang terjadi saat ini.

”Ini kampanye raksasa yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Akan banyak pertunjukan menarik,” kata Trump bangga.

Ketua Komite Nasional Partai Republik Joe Gruters mengatakan, konvensi tersebut akan menjual agenda pamungkas Trump: ”AS Nomor Satu”. ”Presiden Trump akan mempersatukan kembali pendukung Republikan atas cita-cita bersama kami, membangun momentum yang menghasilkan konvensi bernas bagi Republikan,” ujarnya.

Republikan ditantang untuk membuktikan kepercayaan rakyat di Texas yang mengalami banyak kekecewaan terhadap janji kampanye Trump. Persoalan imigran, kekerasan oleh agen Badan Penegakan Bea Cukai (ICE), hingga lapangan kerja membuat warga kecewa.

Trump akan menggunakan momentum konvensi pada September untuk mempersatukan kembali dukungan MAGA (Make America Great Again). Partisipasi pemilih dalam pemilu sela biasanya jauh lebih rendah dari partisipasi pemilu presiden AS.

Ia akan mendukung Jaksa Agung Ken Paxton yang dalam pemilu sela akan memperebutkan kursi Senat dan menghadapi kandidat Demokrat, James Talarico. Paxton dengan mudah mengalahkan lawannya di internal partai, Senator John Cornyn, yang semula didukung Trump.

Namun, Demokrat menganggap Paxton lawan yang ringan. Sebab, sama halnya Trump yang terseret skandal Epstein, Paxton juga dihantui segudang skandal seksual.

Jika Demokrat menguasai Kongres dan Senat, Trump tidak akan bisa berbuat banyak di sisa waktu kekuasaannya hingga Januari 2029. Mereka akan mampu menghadang agenda Trump serta memanggil Trump dan kabinetnya untuk diperiksa dalam sisa kekuasaannya.

Dalam tradisi politik AS, partai berkuasa biasanya kehilangan dukungan dan kekuasaan selepas pemilu sela.

Jika Trump tidak muncul saat-saat ini, para petinggi Republikan khawatir mereka akan kehilangan dukungan, terutama dari kelompok MAGA. Trump berharap bisa kembali meraih simpati masyarakat AS. Dia berjanji Konvensi Partai Republik akan memberikan bukti-bukti keberhasilan pemerintahan Trump.

Komite Nasional Partai Demokrat juga semula mempertimbangkan menggelar acara serupa, tetapi akhirnya membatalkan. Besarnya biaya di tengah penghematan dan situasi krisis ekonomi saat ini menjadi pertimbangan.

Menurut Demokrat, konvensi sangat penting untuk mendongkrak kandidat Senat dan Kongres dari Republikan yang citranya saat ini terpuruk. Konvensi sejenis menjelang pemilu sela pernah digelar Partai Demokrat pada era 1970-an dan 1980-an.

Komite Pemenangan Pemilu Partai Republik sejak awal tahun sudah merencanakan berbagai strategi untuk melanggengkan kekuasaan dengan memelihara dukungan pemilih. Laman CNN edisi 24 Januari 2026 menyebutkan, semula Trump mempertimbangkan menggelar Konvensi Republikan di Las Vegas.

Partai Republik kalah dalam pemilu sela pada 2018 yang mengakibatkan masa jabatan pertama Trump lumpuh ketika itu. Dampaknya, Trump terancam pemakzulan. Berbagai kasus bisnis pribadi dan tata kelola pemerintahan AS pun diawasi ketat oleh Kongres dan Senat.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *