Sama-sama jenderal Polri, Sony Sonjaya and Lalu Muhammad Iwan tersangka korupsi MBG, rekam jejaknya

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengembangkan penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan sebagai tersangka baru pada Kamis (2/7/2026).

Penetapan tersebut membuat jumlah tersangka dalam perkara dugaan korupsi program MBG kini bertambah menjadi tujuh orang.

Deretan tersangka itu meliputi Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri, Andri Mulyono, Harimas Sihombing, serta Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Masuknya nama Lalu Muhammad Iwan Mahardan juga menambah daftar tersangka yang berasal dari lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kini terdapat dua sosok berlatar belakang Polri yang terseret dalam perkara tersebut, yakni Sony Sonjaya dan Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

Sony Sonjaya diketahui merupakan purnawirawan perwira tinggi Polri yang mengakhiri masa dinasnya dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).

Sementara itu, Lalu Muhammad Iwan Mahardan masih berstatus sebagai perwira tinggi aktif di institusi Polri.

Saat ini, Lalu Muhammad Iwan Mahardan menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) dan menjadi salah satu tersangka terbaru yang diumumkan Kejagung.

Keterlibatan dua perwira Polri dalam kasus ini pun menjadi perhatian publik karena keduanya memiliki latar belakang karier yang berbeda.

Sony Sonjaya telah memasuki masa purnatugas, sedangkan Lalu Muhammad Iwan Mahardan masih aktif menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Meski sama-sama berasal dari institusi kepolisian, perjalanan karier keduanya berkembang di periode yang berbeda.

Status hukum yang kini mereka sandang menambah daftar nama yang harus mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Perkembangan penyidikan juga membuka fakta baru terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengelolaan program tersebut.

Publik kini menantikan langkah lanjutan Kejagung dalam mengusut tuntas perkara yang menjadi sorotan nasional itu.

Berikut perbandingan riwayat jabatan Sony Sonjaya dan Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

1. Sony Sonjaya

Sony Sonjaya lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 Oktober 1967.

Sony resmi pensiun dari Polri pada 1 November 2025.

Sebelum pensiun, Sony sudah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.

Di Polri, Sony Sonjaya memiliki rekam jejak karier yang cukup cemerlang.

Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

Di Akpol, ia satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara pun sudah pernah ia emban.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka.

Karier lalu makin meroket setelah ia didapuk sebagai Kapolres Bandung.

Pada 2012, Sony diamanahkan menjadi Wadirreskrimsus Polda Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu, Sony kemudian dimutasi menjadi Dirreskrimum Polda Aceh pada 2020.

Satu tahun kemudian, ia dimutasi menjadi Dirreskrimsus Polda Aceh.

Sebelum purnatugas dari kepolisian, Sony Sonjaya sempat mengisi kursi jabatan sebagai Kabag Renopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022

Sony memiliki total harta kekayaan hampir menyentuh Rp13 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 30 Maret 2026.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan Sony Sonjaya.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 10.073.000.000

1. Tanah Seluas 700 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

2. Tanah Seluas 1.380 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000

3. Tanah Seluas 880 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

4. Tanah Seluas 1.100 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 378 m2/300 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 99 m2/50 m2 di KAB / KOTA BANDUNG, HASIL SENDIRI Rp. 1.500.000.000

7. Tanah Seluas 343 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000

8. Tanah Seluas 578 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 173.000.000

9. Tanah Seluas 5.733 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 1.700.000.000

10. Tanah Seluas 459 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000

11. Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di KAB / KOTA PURWAKARTA, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 823.000.000

1. MOTOR, YAMAHA NMAX Tahun 2025, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

2. MOTOR, YAMAHA AEROX Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 23.000.000

3. MOBIL, HONDA BRV Tahun 2023, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

4. MOBIL, TOYOTA INNOVA ZENIX Tahun 2025, HASIL SENDIRI Rp. 520.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 250.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.841.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 12.987.000.000

II. HUTANG Rp. —-

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 12.987.000.000

2. Lalu Muhammad Iwan Mahardan

Lalu Muhammad Iwan Mahardan adalah perwira tinggi Polri aktif berpangkat Brigjen.

Ia memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di Polri.

Lalu Muhammad Iwan Mahardan adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Di Akpol, ia satu angkatan dengan eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang terjerat kasus pembunuhan berencana.

Berbagai jabatan strategis di kepolisian pun juga sudah pernah diemban Iwan.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolsek Metro Jagakarsa, Kapolsek Metro Kelapa Gading, Kapolsek Metro Penjaringan, hingga Kapolsek Metro Setiabudi.

Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Staf Pengajar di STIK Lemdiklat Polri, Kasubbag Renops Wil Ro Binops SOPS Polri, dan Pamen Baharkam Polri.

Karier Iwan makin moncer setelah ditunjuk menjabat sebagai Kapolres Dharmasraya.

Pada 2019, ia dimutasi menjadi Anjak Muda Raronmin Baharkam Polri.

Dua tahun kemudian, Iwan dimutasi menjadi Auditor Madya TK III Itwasda Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada 2023, Iwan sempat menjadi Plh. Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di BGN, Iwan sempat menjadi Kepala Biro Hukum dan Humas BGN.

Saat ini, Lalu Muhammad Iwan Mahardan aktif menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.

Iwan tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp4,4 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.

Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 7 April 2025.

Berikut rincian lengkap daftar kekayaan Lalu Muhammad Iwan Mahardan.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.000.000.000

1. Tanah Seluas 2.000 m2 di KAB / KOTA LOMBOK BARAT, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 250.000.000

1. MOBIL, TOYOTA INOVA Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.810.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 1.380.000.000

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 4.440.000.000

II. HUTANG Rp. —-

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 4.440.000.000

Sumber: Tribuntrends.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *