Fenomena Air Laut 2 Warna di Pantai Baron Gunungkidul, Ahli BRIN Ungkap Penyebabnya

Fenomena tak biasa terjadi di Pantai Baron, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta pada Senin (24/11/2025).

Air laut yang semula biru tiba-tiba menjadi dua warna, yakni cokelat dan biru. Fenomena tersebut kemudian viral di media sosial lantaran jarang terjadi.

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron mengonfirmasi, fenomena air laut dua warna di Pantai Baron hanya terjadi pada musim hujan.

“Mulai pagi ini berubah warna. Ini biasa terjadi saat musim hujan seperti saat ini,” kata dia, dikutip dari Kompas.com, Senin. 

Lantas, apa penyebab air laut di Pantai Baron berubah menjadi dua warna?

Penyebab air dua warna di Pantai Baron Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Oseanografi BRIN, Muhammad Reza Cordova, menjelaskan fenomena air laut menjadi dua warna adalah hal yang biasa terjadi dan termasuk proses alamiah.

Kondisi itu terjadi ketika air tawar dari aliran sungai bertemu dengan air laut. Air tawar akan berwarna lebih keruh karena lumpur atau erosi, sedangkan air laut tampak lebih biru atau hijau.

Kedua air tersebut tidak dapat tercampur seperti air dan minyak karena perbedaan massa jenis atau densitas.

“Karena perbedaan densitas dan salinitas yang cukup besar, keduanya tidak langsung bercampur dan membentuk batas yang terlihat jelas,” kata dia, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/11/2025).

Reza menjelaskan, air sungai memiliki salinitas 0-5 sehingga densitasnya lebih rendah. Berbeda dengan air laut yang mengandung garam sekitar 30-35 ppt yang membuatnya jauh lebih padat. Perbedaan inilah yang membuat air sungai dan air laut tak tercampur.

“Nah, ketika keduanya bertemu, air sungai akan ‘mengapung’ di atas atau mengalir sebagai lapisan terpisah karena lebih ringan, sementara air laut tetap berada di bawah,” terangnya.

Menurut Reza, selama gaya pencampur, seperti arus, gelombang, dan pasang-surut belum cukup kuat untuk mengaduk kedua massa air, maka batas di antara keduanya tetap air terlihat seolah tidak menyatu.

Apakah fenomena air laut dua warna berbahaya?

Fenomena air laut dua warna umumnya terjadi ketika debit air tawar cukup besar, misalnya saat musim hujan.

Reza mengatakan, fenomena tersebut bukan termasuk pencemaran air laut jika tidak ada bahan berbahaya yang terbawa oleh aliran sungai.

Dengan kata lain, perubahan air laut dua warna merupakan hal alami dan tidak berbahaya.

“Untuk biota laut, kondisi ini umumnya tidak berbahaya karena sifatnya sementara dan merupakan bagian dari dinamika pesisir,” jelas Reza.

Dia memprediksi, fenomena tersebut akan bertahan beberapa jam hingga hari, tergantung pada debit air sungai.

“Perbedaan warna biasanya mulai memudar ketika arus, gelombang, dan pasang-surut mencampurkan kedua massa air tersebut,” terangnya.

Fenomena langka ini justru menjadi daya tarik wisatawan. Banyak wisatawan yang ingin melihat air laut dua warna di Pantai Baron.

Mereka bisa mengamatinya dari atas bukit timur Pantai Baron, bukit barat Pantai Baron, atau menyewa kapal nelayan untuk melihatnya lebih dekat.

Sementara itu, aktivitas nelayan di Pantai Baron juga tidak terpengaruh oleh fenomena air laut dua warna ini.

Sumber: kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *