Benfica dan Mourinho Akhirnya Pecah Telur, Napoli Rayakan Kemenangan dalam Tribut untuk Maradona

Benfica akhirnya mencatatkan kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim ini setelah menekuk Ajax 2–0 di Johan Cruyyf Arena, Amsterdam, Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Hasil ini terasa melegakan bagi Jose Mourinho yang meraih tiga poin perdananya bersama klub barunya di ajang Eropa.

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi karena kedua tim datang sebagai penghuni dasar klasemen. Benfica dan Ajax sama-sama belum menang dalam empat laga awal, membuat duel ini menjadi “final kecil” untuk keluar dari keterpurukan.

Benfica membuka keunggulan lebih cepat dari perkiraan. Samuel Dahl menjadi pahlawan melalui sebuah gol voli keras pada menit keenam, memanfaatkan bola muntah setelah sundulan Nicolas Otamendi yang ditepis kiper Ajax, Vitezslav Jaros. Gol itu langsung mengubah ritme permainan dan membuat Ajax berada dalam tekanan sejak awal.

Meski tertinggal, Ajax sebenarnya memiliki peluang emas lewat kapten Davy Klaassen. Namun, dua kesempatan yang ia miliki gagal membuahkan hasil, satu diselamatkan dengan gemilang dan satu lagi justru tak mampu ia selesaikan saat berhadapan langsung dengan kiper.

Benfica kemudian memastikan kemenangan di pengujung laga melalui Leandro Barreiro. Bermula dari takedown elegan di tengah lapangan, ia melakukan kombinasi satu-dua sebelum menembus kotak penalti untuk melepaskan tembakan keras pada menit ke-90.

Kemenangan ini mengangkat Benfica tujuh posisi di klasemen Liga Champions, sementara Ajax tetap menjadi juru kunci setelah menelan lima kekalahan beruntun dan hanya menang sekali dari 10 laga di semua kompetisi.

Benfica akan menjamu Napoli pada 10 Desember, sementara Ajax bertandang ke Qarabag pada malam yang sama.

Kemenangan untuk Maradona

Di Napoli, suasana emosional menyelimuti Stadion Diego Armando Maradona saat i Partenopei menjamu Qarabag. Bukan sekadar laga Liga Champions, pertandingan ini menjadi momen peringatan lima tahun meninggalnya Diego Maradona, sang dewa sepak bola kota Napoli.

Sebelum laga dimulai, layar raksasa stadion menayangkan video khusus mengenang Maradona. Penyiar stadion menyampaikan pesan yang membuat seluruh stadion hening seketika. “Lima tahun lalu, sang legenda terhebat sepanjang masa meninggalkan kita.”

Hening itu pecah menjadi lautan suara ketika puluhan ribu suporter meneriakkan nama yang tak pernah pudar dari ingatan mereka,“Diego… Diego…”

Pada menit ke-10, merujuk pada nomor punggung Maradona yang membuatnya abadi, seluruh penonton berdiri. Lagu-lagu Maradona menggema, bendera dikibarkan, syal dan jersey lawas diangkat tinggi-tinggi. Banyak yang tak kuasa menahan air mata.

Maradona bukan hanya legenda Napoli. Ia adalah identitas, napas, dan jiwa kota itu. Dialah yang membawa Napoli meraih dua scudetto pertama pada 1987 dan 1990, prestasi yang mengubah status klub dan kehidupan masyarakat kota tersebut. Tak heran stadion ini kini mengabadikan namanya.

Di lapangan, Napoli menuntaskan malam emosional itu dengan kemenangan 2–0 atas Qarabag. Bagi Napoli, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka penting di klasemen, melainkan persembahan untuk pahlawan mereka yang telah pergi.

Sumber: republika.co.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *