Kemarau panjang membuat distribusi air bersih harus menjangkau hingga ke lorong-lorong sempit warga Bara-Baraya Timur, Kota Makassar.
Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengerahkan mobil pikap yang dilengkapi tandon air untuk mengantar bantuan air bersih. Distribusi bahkan dilakukan hingga malam hari.
Petugas menyisir titik-titik permukiman untuk memastikan pelanggan yang kesulitan mendapatkan air tetap memperoleh bantuan.
Penyaluran bantuan air bersih dipimpin Kepala Wilayah Pelayanan IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Hj Fitriah Gasim bersama jajaran pejabat Wilayah Pelayanan IV.
Fitriah memastikan bantuan tidak hanya berhenti di jalan utama, tetapi bisa menjangkau pelanggan yang tinggal di lorong-lorong sempit.
“Kita melihat bahwa tidak semua wilayah bisa dijangkau oleh mobil tangki, khususnya pemukiman yang berada di lorong-lorong sempit,” kata Fitria, Kamis (10/9).
Karena itu, PDAM Makassar mengerahkan pikap dilengkap tandon air. Fitriah mengataka keunggulan utama armada tersebut terletak pada mobilitasnya. Jika mobil tangki harus berhenti di jalan utama karena terkendala akses, pikap dapat membawa air lebih jauh msauk ke permukiman.
“Lebih lincah ketika harus melewati akses permukiman yang sempit dan berkelok,” katanya.
Warga yang mengalami keterbatasan pasokan air dapat menyampaikan permintaan bantuan melalui kanal pelayanan PDAM.
Laporan tersebut kemudian dikoordiasikan dengan tim di lapangan.
“Nantinya akan kami koordinasikan dengan tim di lapangan untuk melihat kebutuhan dan kondisi wilayah, termasuk menentukan armada yang paling sesuai untuk menjangkau lokasi tersebut,” kata Fitriah.
Ia menegaskan bantuan air menggunakan tandon tersebut diberikan secara gratis bagi pelanggan PDAM yang terdampak kemarau panjang dan alami keterbatasan pasokan.
“Diperuntukkan khusus pelanggan PDAM yang terdampak kemarau panjang,”kata Fitriah.
Di Bara-Baraya Timur, distribusi air tersebut mendapat respons positif dari warga. Ketua RT 04 RW 04 Bara-Baraya Timur menyebut respons PDAM membantu warga yang kesulitan mendapatkan air saat pasokan terganggu.
Menurutnya, penggunaan pikap bertandon sangat membantu karena sebagian warga tinggal di kawasan lorong, termasuk Lorong 10 dan Lorong 12 Barat – Timur.
Ia berharap distribusi dapat dilakukan secara berkala selama kemarau masih berlangsung.
Sumber: Harian Tribun Timur, 11 September 2026

