Gletser Khumbu, lokasi base camp pendakian Gunung Everest, terancam. Sumber ancaman itu tak terbayangkan sebelumnya: air seni para pendaki.
Pendaki dan pemandu meminum air dalam jumlah besar saat berada di ketinggian untuk mencegah dehidrasi. Berbagai media, termasuk laman The Independent, Kamis (3/9/2026), melaporkan, secara keseluruhan mereka menghasilkan lebih dari 6.000 liter urine per hari.
Kajian Regional Environmental Change menyebutkan, dari 2.500 ton es di Gletser Khumbu yang mencair, sebanyak 154 ton di antaranya meleleh karena cemaran air seni pendaki gunung yang hangat. Ilmuwan memperkirakan, es yang mencair karena terkena limbah air seni bisa mencapai seukuran satu kolam renang ukuran Olimpiade.
Di base camp Khumbu terdapat berbagai fasilitas modern, seperti kafe internet, pemandian air panas, dan tenda dengan pemanas. Lokasi itu hanya berjarak sehari dari pendakian ke Zona Kematian.
Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di base camp Khumbu. Mereka meninggalkan sampah dan air seni yang berdampak pada kelestarian gletser. Kajian Regional Environmental Change merekomendasikan agar base camp Everest dipindahkan demi menyelamatkan gletser.
Sumber: Kompas.id

