Lansia Penyumbang Sampah Terbanyak di BSU Jemaat Efata Bilawayah Panaikang Makassar

Bank Sampah Unit (BSU) Jemaat Efata Bilawayah Klasis Makassar Tengah (KMT) mencatat capaian 2,49 ton sampah pada penimbangan terakhir, 20 Agustus 2026.

Jumlah tersebut berasal dari 22 jenis sampah yang dikumpulkan dan dipilah warga sebelum disetorkan ke BSU Jemaat Efata Bilawayah.

BSU Jemaat Efata Bilawayah berlokasi di Jalan Bilawayah Raya, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulsel.

Lokasinya berjarak sekitar 1 kilometer dari Markas Kodam XIV Hasanuddin, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Direktur BSU Jemaat Efata Bilawayah Klasis Makassar Tengah, Agus, mengatakan saat ini terdapat sekitar 80 nasabah yang terdata.

Mayoritas nasabah merupakan warga RW 002 Kelurahan Panaikang yang secara mandiri mengumpulkan sampah dari rumah masing-masing untuk kemudian disetorkan sesuai jadwal penimbangan.

“Setiap bulan kami menimbang di sini, setiap hari Kamis,” ucapnya saat ditemui, Kamis (27/8/2026).

Menurut Agus, tingginya volume sampah yang terkumpul tidak lepas dari aktivitas sejumlah warga lanjut usia yang rutin mengumpulkan sampah di sela waktu mereka.

“Banyak di sini oma (wanita lansia), oma yang fokus cari sampah, yang memang mengumpulkan sampah,” ucapnya.

Bahkan, kata Agus, ada lansia yang mampu memperoleh penghasilan hingga Rp1,5 juta dari sampah yang dikumpulkan dan disetorkan pada penimbangan terakhir.

“Ada dua sampai tiga orang itu yang bersaing jadi penyumbang terbanyak,” ucapnya.

Agus menjelaskan, BSU Jemaat Efata Bilawayah telah berdiri sejak 2024. 

Pembentukan bank sampah tersebut merupakan bagian dari program Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Makassar Tengah.

Tempat pengumpulan pada saat penimbangan sampah warga, memanfaatkan halaman Gereja Toraja Jemaat Efata. 

“Ini merupakan program PWGT Klasis Makassar Tengah. Ada 10 gereja yang masuk dalam Klasis Makassar Tengah,” jelas Agus.

Pada awal beroperasi, kata Agus, volume sampah yang ditimbang masih berada di kisaran tiga kendaraan Viar setiap bulan.

Namun, memasuki 2026, volume sampah yang dikumpulkan mengalami peningkatan cukup signifikan. 

“Kalau biasanya rata-rata satu Viar, masuk 2026 ini melonjak jadi tiga mobil dump truk biasa,” ujarnya.

Agus berharap jumlah nasabah terus bertambah sehingga volume sampah yang terkumpul semakin meningkat dan BSU Jemaat Efata Bilawayah dapat berkembang lebih besar.

“Kita siap memfasilitasi warga dalam menyalurkan sampah-sampahnya. Dengan begitu, lingkungan bersih dan ada tambahan pendapatan untuk warga,” jelasnya.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *