Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menargetkan penyelesaian sertifikasi sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam waktu satu tahun. Target tersebut ditetapkan karena dari data yang ada baru sekitar 24 persen tanah wakaf di provinsi tersebut yang telah bersertifikat.
“Dengan kerja sama MoU ini, semoga kekurangan sekitar 14 ribu bidang tanah wakaf mudah-mudahan selesai dalam waktu satu tahun,” kata Nusron dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Kementerian ATR/BPN menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan 28 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Sulawesi Selatan untuk membantu menyelesaikan persoalan pertanahan, khususnya mempercepat sertifikasi tanah wakaf melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Menurut Menteri Nusron, capaian sertifikasi tanah wakaf di Sulsel masih tergolong rendah. Dari sekitar 18 ribu bidang tanah wakaf yang tercatat dalam Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, baru 4.516 bidang atau sekitar 24,87 persen yang telah bersertifikat.
Angka tersebut, lanjut dia, masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai sekitar 58 persen.
“Saya mohon bantuan Bapak-Bapak Rektor agar KKN Tematik ini betul-betul memiliki KPI (Key Performance Indicator) yang jelas dan berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Secara nasional, Kementerian ATR/BPN menargetkan seluruh tanah wakaf di Indonesia telah bersertifikat pada 2028. Pelibatan perguruan tinggi melalui KKN Tematik menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat sertifikasi tanah wakaf secara nasional.
Model KKN Tematik telah berhasil diterapkan oleh Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Dalam waktu tiga bulan, mahasiswa KKN Tematik dari kampus tersebut berhasil membantu penyelesaian sertifikasi 2.487 bidang tanah wakaf.
“Keberhasilan itu saya copy paste, saya bawa ke sini. Harapan saya, tahun depan saat datang lagi ke Sulawesi Selatan, sertifikat tanah wakaf dan tempat ibadah semua agama di Sulawesi Selatan sudah mencapai 100 persen atau minimal mendekati 100 persen,” katanya.
Sumber: Republika.co.id

