Bu RT 003 Malimongan Tua Makassar Sosialisasi Pilah Sampah di Pinggir Jalan

Ketua RT 003 RW 005 Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sulsel, H Sumarni memanfaatkan aktivitas berkumpul ibu-ibu untuk menyosialisasikan pemilihan sampah sejak dari sumbernya. 

‎Terbaru pada Rabu (8/7/2026), ibu-ibu yang berkumpul di pinggir Jalan Salemo Baru ia berikan edukasi. 

‎Berdiri dan memegang spanduk berisi materi sosialisasi, H Sumarni menjelaskan kepada para ibu-ibu terkait cara dan pentingnya memisahkan sampah rumah tangga. 

‎Ibu-ibu yang duduk mendengarkan penjelasan H Sumarni dengan seksama.

Sambil sesekali mereka bertanya memperjelas. 

‎H Sumarni diwawancarai Tribun pada Kamis (9/7/2026), mengatakan cara ini biasa ia lakukan selama satu bulan terakhir. 

‎Hal itu sebagai tindak lanjut arahan pemerintah kota agar pemilahan sampah dapat dilaksanakan dari sumbernya demi menanggulangi kondisi TPA yang overload saat ini. 

‎”Saya memang target Ibu-Ibu yang kumpul, karena saya juga sering bergabung,” ucapnya. 

‎Selain kepada ibu-ibu yang kumpul, H Sumarni mengatakan ke depan juga akan mendatangi setiap rumah di wilayahnya agar sosialisasi semakin massif. 

‎Menurutnya, warga tidak boleh hanya disampaikan satu dua kali saja, tetapi perlu secara terus menerus.

‎”Susah kalau cuma sekali pertemuan. Itumi saya mau datangi rumah rumah warga ini, supaya bisa berubah,” ucapnya. 

‎Selain itu, H Sumarni mengatakan sementara merencanakan pembuatan stiker ajakan pilah sampah. 

‎Stiker tersebut nantinya akan ditempel di sepanjang lorong dan di rumah-rumah warga. 

‎”Kita juga buat stiker. Tapi kalau stiker ini agak mahal,” ucapnya. 

‎H Sumarni menambahkan bahwa beriringan dengan sosialisasi ini, dirinya juga terus menyiapkan fasilitas pengolahan sampah di wilayahnya. 

‎Ia terus memperbanyak komposter untuk pengolahan sampah organik. 

‎”Kita tambah terus komposter, agar warga merasa juga bahwa selain ada sosialisasi, juga disediakan tempat menyalurkan sampahnya,” ucapnya. 

‎H Sumarni berharap warga dapat membentuk kebiasaan baru dalam mengelola sampah. Sampah kini harus dipilah. Hanya sampah residu yang masuk ke TPA. 

‎”Saya tekankan kepada warga bahwa diangkut sampah’ta kalau tidak dipilah’ki,” ucapnya.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *