Prajurit TNI Gugur, Kontingen Malaysia Tunda Operasi di Lebanon

Kontingen Malaysia pada Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau UNIFIL diperintahkan menangguhkan operasi. Gugurnya tiga prajurit TNI jadi alasan utama perintah itu.

Perintah penangguhan operasi itu disiarkan Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin pada Selasa (31/3/2026). Pernyataan disampaikan setelah dua hari berturut-turut, anggota TNI di UNIFIL jadi sasaran.

Serangan Minggu menyebabkan Praka Farizal Rhomadhon gugur. Serangan Senin menyebabkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur. Selain itu, lima anggota TNI cedera dalam dua hari serangan itu.

”Langkah-langkah ini mencakup kepatuhan berkelanjutan terhadap prosedur operasi standar (SOP), penguatan implementasi aturan keterlibatan (ROE), penangguhan sementara pergerakan patroli, peningkatan langkah-langkah perlindungan pasukan, dan penilaian situasi berkelanjutan untuk memastikan keselamatan personel Malbatt 850-13 setiap saat,” ujar Khaled seperti dikutip The Star dan New Straits Times.

Ia menegaskan, keselamatan menjadi prioritas. ”Kementerian juga memantau dengan cermat perkembangan keamanan terkini menyusul dua insiden terpisah dalam periode 24 jam yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian dari UNIFIL, termasuk ledakan proyektil di dekat Adchit al-Qusayr dan ledakan alat peledak rakitan (IED) yang melibatkan kontingen Indonesia (Indobatt),” katanya.

Sebelumnya, ia menyatakan bahwa Malaysia tak dapat secara sepihak menarik pasukan dari UNIFIL. Sebab, ada mandat PBB untuk penempatan itu. ”Kita tidak bisa tiba-tiba memutuskan untuk kembali; jika tidak, reputasi profesional militer Malaysia akan dipertanyakan. Kita harus mengikuti proses yang tepat jika tindakan tersebut diambil,” ujarnya.

Ia hanya menyatakan, keputusan operasi mempertimbangkan kondisi lapangan. Jika situasi mengharuskan pasukan berlindung, mereka harus tetap di tempat perlindungan dan tidak melakukan tindakan lain.

”Kami adalah pasukan penjaga perdamaian; kami tidak membawa senjata untuk menyerang, dan itu adalah bagian dari aturan. Kami tidak mengharapkan ini terjadi. Oleh karena itu, prioritas terpenting bagi kami adalah keselamatan personel kami,” katanya.

Markas kontingen Malaysia jadi sasaran serangan Israel pada 13 Maret 2026. Tidak ada korban dalam serangan yang menyasar jembatan di dekat markas kontingen Malaysia itu.

Sementara Menhan Italia Guido Crosetto dan Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Catherine Vautrin, mengeluarkan pernyataan bersama. Pernyataan dikeluarkan selepas pembicaraan keduanya untuk membahas rangkaian serangan ke UNIFIL.

Mereka menyatakan keprihatinan yang mendalam atas memburuknya kerangka keamanan di Lebanon. Secara khusus, mereka menyinggung serangan baru-baru ini yang menargetkan personel UNIFIL.

Mereka dengan tegas menekankan ketidaklayakan insiden tersebut dan meningkatnya risiko yang dihadapi oleh personel yang ditempatkan dalam misi tersebut. Selama diskusi, muncul kesepakatan penuh tentang pentingnya strategis UNIFIL.

Mereka menekankan, stabilitas Lebanon merupakan pilar yang sangat diperlukan untuk keseimbangan seluruh wilayah Mediterania. Mereka menegaskan, Roma dan Paris akan terus beroperasi dalam koordinasi erat untuk memastikan keselamatan personel internasional, perlindungan perdamaian, dan dukungan kepada otoritas Lebanon.

Bukan kejadian terpisah

Sementara Kementerian Luar Negeri RI menyebut, rangkaian serangan itu tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang terpisah. Rangkaian serangan itu mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di Lebanon selatan. ”Operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius,” demikian pernyataan itu.

Indonesia terus mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan. Serangan itu secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh penjaga perdamaian PBB serta melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan 1701 (2006).

Rangkaian serangan pada kontingen Indonesia memicu kecaman dari beberapa negara. ”Saya mengecam keras serangan itu dan memuji pengorbanan kontingen Indonesia serta upaya berkelanjutan mereka, bersama pasukan penjaga perdamaian PBB, untuk menjaga keamanan dan stabilitas di selatan. Saya juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi Lebanon atas peran ini,” kata Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi.

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *