Komunitas internasional menyerukan segera penghentian dan kekerasan antara AS-Israel dan Iran. Brasil, China, Afrika Selatan, dan India mendesak agar pihak berkonflik segera menghentikan aksi militer dan kembali ke meja perundingan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Minggu (1/3/2026), mengecam pecahnya konflik terbaru di Timur Tengah. ”Saya meminta penghentian permusuhan dan deeskalasi segera,” katanya, sambil menambahkan bahwa serangan kedua pihak merusak perdamaian dan keamanan internasional.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengatakan, serangan lebih lanjut antara pihak berkonflik hanya akan mengakibatkan kematian, kehancuran, dan penderitaan manusia.
Israel yang didukung AS menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Iran membalas serangan AS-Israel dengan meluncurkan serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Negara-negara pun bersikap hati-hati menanggapi konflik tersebut. Negara-negara Barat sekutu AS, antara lain Australia dan Kanada, menyatakan dukungan terhadap serangan itu dengan alasan mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan mengancam perdamaian dunia.
Inggris, Perancis, dan Jerman bersama-sama mengecam serangan balasan Iran. Mereka menegaskan tidak berperan apa pun dalam operasi AS-Israel, tetapi menjalin kontak erat dengan AS, Israel, dan mitra di kawasan.
Inggris khawatir situasi tersebut dapat meningkat menjadi konflik regional yang lebih luas. Perancis mendesak penghentian eskalasi yang berbahaya dan menyerukan digelarnya pertemuan Dewan Keamanan PBB.
Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan agar AS dan Iran melanjutkan pembicaraan. Mereka mendukung penyelesaian melalui negosiasi.
Di sisi lain, Rusia mengecam serangan AS-Israel ke Iran. Moskwa memperingatkan, serangan itu membawa kawasan Timur Tengah ke jurang krisis kemanusiaan, ekonomi, dan radiologi.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut serangan AS-Israel sebagai ”agresi bersenjata yang direncanakan dan tidak beralasan terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan merdeka”. Kemenlu Rusia menuding AS-Israel bersembunyi di balik kekhawatiran tentang program nuklir Iran, padahal sebenarnya berupaya menggulingkan rezim.
Sementara Wakil Tetap China untuk PBB Fu Qing, dikutip Global Times, mengatakan, China menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan AS dan Israel terhadap Iran. Hal itu mengejutkan, karena serangan dilakukan di saat perundingan damai masih berlangsung. Fu mendesak agar serangan dihentikan untuk mencegah eskalasi.
Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, berharap rakyat dan Pemerintah Iran bisa melalui masa sulit dan menjaga stabilitas nasional. Hak kedaulatan suatu negara harus dihormati dalam hubungan internasional. ”China menolak penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional,” katanya.
Di Brussels, Belgia, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendesak para pihak untuk menahan diri, melindungi warga sipil, dan mematuhi hukum internasional. Menlu Norwegia Espen Barth Eide juga menyatakan serangan AS-Israel tidak sesuai hukum internasional.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutkan hal senada. ”Pembelaan diri secara antisipatif tidak diperbolehkan berdasarkan hukum internasional dan pembelaan diri tidak dapat didasarkan pada asumsi atau antisipasi,” katanya sambil menyerukan agar para pihak menahan diri.
Turki mengecam kedua belah pihak. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan keprihatinan atas serangan AS-Israel terhadap negara tetangganya, Iran. Namun, ia juga mengecam serangan pesawat nirawak dan rudal Iran ke negara-negara Teluk dan menyebutnya tidak dapat diterima, terlepas dari alasannya.
”Untuk mencegah kawasan mengalami penderitaan yang lebih besar, semua pihak, terutama dunia Islam, harus bertindak,” kata Erdogan.
Negara-negara di Teluk pun meningkatkan kewaspadaan. Uni Emirat Arab mengungkap, setidaknya 137 rudal dan 209 drone ditembakkan ke wilayahnya oleh Iran. Sebagian besar telah dihancurkan atau dicegat.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan dalam siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun. ”Kementerian akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas menghadapi segala sesuatu yang mengganggu keamanan dan stabilitas negara,” kata kementerian dalam unggahan di X.
Qatar mengecam serangan Iran ke Jordania, Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Bahrain. Qatar menyatakan solidaritas bersama negara-negara tersebut dalam melindungi kedaulatan.
Kecaman di AS
Serangan AS ke Iran juga menuai kecaman di dalam negeri. Senator Elizabeth Warren dari Negara Bagian Massachusets mengecam serangan yang disebutnya tidak mengutamakan kepentingan AS. ”Dia (Trump) tidak boleh menyeret generasi AS saat ini ke perang berkepanjangan. Senat harus menggelar pemungutan suara untuk menghadang perang yang ditimbulkan Trump,” katanya.
Menurut Warren, perang ini didasari kebohongan dan tidak membuat dunia lebih damai. Ia menyebut tindakan Trump ceroboh, berbahaya, dan melanggar kewajiban presiden mematuhi Konstitusi. Trump dituding tidak peduli terhadap rakyat AS yang kesulitan ekonomi.
Berbagai kelompok juga menggelar unjuk rasa menentang serangan AS ke Iran. Para pengunjuk rasa terlihat berdemonstrasi di depan balai kota Los Angeles, California, untuk menentang perang.
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan, serangan terhadap Iran yang dilakukan AS dan Israel adalah perang ilegal dan agresi. Ia mengatakan telah berbicara kepada warga Iran di New York terkait perkembangan terbaru di negara mereka.
”Anda bagian dari kota ini. Anda adalah tetangga, pebisnis, pelajar, seniman, pekerja, dan pemimpin kelompok. Anda aman di New York,” kata Mamdani.
Sumber: kompas.id
