Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus 871 Kali dalam Sepekan, Status Siaga

Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi sebanyak 871 kali.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menyampaikan bahwa, ratusan gempa erupsi tersebut terdeteksi selama periode 8 Februari hingga 15 Februari 2026.

“Erupsi ini menghasilkan tinggi kolom abu 50 hingga 200 meter dari puncak. Kolom letusan teramati berwarna putih hingga kelabu,” ujar Lana dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Lana mencatat, pada periode ini juga terdeteksi sebanyak 2.300 kali gempa hembusan, 15 kali tremor harmonik, 28 kali tremor non harmonik, satu kali gempa vulkanik dangkal.

Kemudian, delapan kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan tiga kali gempa tektonik jauh.

Menurut Lana, data kegempaan menunjukkan peningkatan gempa hembusan yang mendominasi rekaman seismik dan jumlah kejadian gempa erupsi masih tinggi.

“Kemunculan gempa-gempa ini dapat mengindikasikan bahwa aktivitas dangkal atau permukaan masih sangat dominan,” katanya.

Dia melanjutkan, gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam terekam dengan jumlah kejadian tidak signifikan.

Kemunculan gempa vulkanik ini disebut dapat mengindikasikan adanya perubahan tekanan atau stres pada tubuh gunung yang berkaitan proses peretakan batuan yang diakibatkan suplai fluida, terutama pada sistem magmatik dangkal dan dalam.

Selain itu, energi seismik cenderung mulai bersamaan dengan penurunan kegempaan di periode ini.

“Pengamatan deformasi menunjukkan adanya pola deformasi deflasi atau pengempisan pada tubuh Gunung Ile Lewotolok,” ujarnya.

Lana menambahkan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Februari 2026, aktivitas gunung tersebut masih cukup tinggi.

Namun, dia menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok masih pada level III atau siaga.

Sumber: kompas.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *