22 organisasi warga Tionghoa di Kota Makassar untuk pertama kalinya menggelar perayaan Imlek Bersama secara terpadu.
Sejarah baru ini tercatat di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Jl Jenderal Sudirman, Rabu (18/2/2026).
“Harapannya bisa rutin dilaksanakan setiap tahun, setiap satu hari setelah perayaan Imlek,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Apiu Darmato.
Sejak pagi hari, warga Tionghoa mulai memadati lokasi acara.
Mereka datang bersama keluarga, mengenakan busana bernuansa merah dan emas identik perayaan Tahun Baru Imlek.
Sekitar pukul delapan pagi, peserta terus berdatangan dan berjalan menuju aula. Suasana hangat terpancar dari raut wajah mereka.
Beberapa tampak berbincang dan saling menyapa rekan yang telah lebih dulu tiba.
Memasuki gedung, tamu disambut stan foto kegiatan.
Sejumlah peserta mengabadikan momen sebelum memasuki area utama. Di tengah gedung berbentuk bundar itu berdiri panggung utama.
Di depannya berjejer kursi untuk para tamu undangan. Lampion merah dan rangkaian bunga menghiasi ruangan, menambah semarak suasana perayaan.
Kegiatan ini mengangkat tema “Harmoni Imlek Nusantara”.
Perayaan diinisiasi 22 organisasi/komunitas warga Tionghoa Makassar yang sepakat melebur dalam satu kepanitiaan bersama.
Apiu mengatakan momen ini merupakan yang pertama kali digelar secara kolektif.
“Tahun-tahun sebelumnya masing-masing organisasi mengadakan sendiri, sekarang digabung,” ujar Apiu di sela-sela kesibukannya mengatur jalannya acara.
Ia menjelaskan, masing-masing organisasi mengutus perwakilan untuk terlibat dalam kepanitiaan.
Kolaborasi itu, kata dia, menjadi simbol keber – samaan warga Tionghoa Makassar.
Beragam agenda disiapkan untuk memeriahkan kegiatan. Mulai dari sambutan, pertunjukan barongsai, penampilan musik, hingga doa bersama.
Panitia juga menghadirkan kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Makassar. Aroma sate, batagor, hingga empek-empek tercium dari deretan stan makanan.
“Ada sate, batagor, empek-empek, dan banyak lagi,” kata Apiu.
Ia menuturkan, perayaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga Tionghoa, tetapi juga seluruh masyarakat.
“Imlek ini bukan hanya untuk segelintir orang yang merayakan, tapi untuk semua orang agar bisa ikut merasakan kebahagiaan, baik warga Tionghoa maupun warga pribumi,” ujarnya.
Sekitar 3.000 peserta ditargetkan hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap Imlek Bersama ini menjadi agenda rutin setiap tahun, digelar sehari setelah perayaan Imlek.
Semangat Toleransi
Wali Kota Makassa Munafri ‘Appi’ Arifuddin hadir dan memberikan sambutan.
Appi hadir bersama Ketua PKK Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi Tionghoa di Makassar.
Perayaan Imlek merupakan tradisi tahunan etnis Tionghoa sebagai bentuk rasa syukur atas pergantian tahun sekaligus penghormatan kepada leluhur.
Appi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh warga Tionghoa yang merayakan Tahun Baru Imlek.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang hari ini melaksanakan perayaan Imlek,” katanya.
Ia berharap perayaan tahun ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Tionghoa di Makassar.
“Kami berharap Imlek tahun ini terus memberikan keberkahan untuk kita semua, khususnya saudara-saudara Tionghoa yang ada di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, perayaan Imlek Bersama bukan sekadar agenda budaya, tapi juga simbol kuat harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama di Makassar.
Appi menegaskan, kebersamaan yang terjalin di Makassar adalah kekuatan utama dalam membangun daerah.
Ia menyebut persaudaraan yang telah terbangun selama ini tidak boleh luntur oleh perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya.
“Yang terpenting hari ini adalah bagaimana kita membangun kebersamaan dan memperkuat toleransi untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai,” katanya.
Di akhir sambutan, Appi berharap Tahun Kuda Api membawa semangat baru dalam mempererat persatuan serta mendorong kemajuan Makassar.
Ia juga menyampaikan ucapan khas Imlek, “Gong Xi Fa Cai”, yang secara harfiah berarti selamat dan semoga memperoleh kemakmuran yang melimpah.
“Mudah-mudahan berkah di Tahun Kuda Api ini menjadi berkah untuk kita semua. Gong Xi Fa Cai,” katanya.
Pujian Danny
Mantan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, juga menghadiri acara Imlek Bersama yang digelar 22 organisasi/ komunitas warga Tionghoa Makassar, Rabu (18/2/2026).
Danny Pomanto tiba sekira pukul 11.30 Wita. Ia datang menggunakan mobil Alphard putih.
Setibanya di lokasi, ia langsung disambut panitia pelaksana di depan pintu masuk.
Danny Pomanto kemudian diarahkan menuju panggung utama yang terletak di tengah gedung.
Ia menyalami perwakilan organisasi/komunitas warga Tionghoa yang duduk di meja VVIP sebelum dipersilakan duduk.
Politisi PDIP itu juga sempat menikmati hidangan yang tersedia di atas meja.
Ia memilih menyantap sate dan tampak menikmatinya dengan lahap. Dalam sambutannya, Danny Pomanto memuji konsep perayaan Imlek tahun ini.
Ia terkesan dengan kolaborasi 22 organisasi yang untuk pertama kalinya menggelar perayaan secara bersama.
“Ini yang terbaik, selama saya hadir,” ujarnya di hadapan ribuan warga Tionghoa Makassar.
Ia terpukau dengan berbagai penampilan disajikan panitia, mulai dari barongsai hingga per – tunjukan musik.
“Luar biasa. Saya jadi ingat waktu saya kecil, jamannya Cheng Lu, Bruce Lee, dan Jet Li,” katanya.
Menurutnya, momentum Imlek menjadi saat yang tepat merefleksikan persatuan dan persaudaraan di Kota Makassar.
“Untuk itu, saya mengucapkan Selamat Imlek untuk seluruh saudaraku, masyarakat Tionghoa se-Kota Makassar,” katanya.
Kegiatan Imlek Bersama ini diinisiasi 22 organisasi/komunitas warga Tionghoa Makassar dengan mengangkat tema “Harmoni Imlek Nusantara”.
Pantauan Tribun Timur di lokasi, sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional hingga daerah turut hadir dalam acara tersebut.
Di antaranya, Anggota DPR RI Syamsu Rizal MI, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Sekda Sulsel Jufri Rahman, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.
Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi lainnya turut hadir, di antaranya Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, Konsulat Jenderal Australia Todd Dias, dan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.
Ketua PSMTI Sulsel Thiawudy Wikarso dan Ketua Permabudhi Sulsel Yonggris juga hadir bersama para tokoh masyarakat Tionghoa Makassar.
Suasana perayaan semakin semarak dengan atraksi barongsai yang menghibur para tamu undangan dan masyarakat.
Sejumlah penari barongsai berkeliling di dalam area acara, menyapa pengunjung tengah menikmati rangkaian kegiatan.
Barongsai berwarna merah, putih, kuning, dan oranye menjadi pusat perhatian.
Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias. Beberapa di antaranya berinteraksi langsung dengan barongsai, seperti menyentuh kepala dan memasukkan angpau ke mulut barongsai yang dipercaya membawa keberuntungan.
Atraksi tersebut disambut meriah para tamu yang hadir, termasuk keluarga dan komunitas Tionghoa.
Selain sebagai hiburan, pertunjukan barongsai juga menjadi simbol doa dan harapan akan keberuntungan, kesehatan, serta kemakmuran di tahun baru Imlek.
Sumber: tribunnews.com

