Bank Sampah Unit (BSU) Makkio Baji di BTN Makkio Baji, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, mencatat perkembangan positif setelah delapan bulan beroperasi.
Hingga Februari 2026, sebanyak 110 nasabah aktif tercatat rutin menyetorkan sampah anorganik.
Direktur BSU Makkio Baji, Desi Saraswati, mengatakan kegiatan penimbangan sampah mulai berjalan sejak 27 Juli 2025.
Pada tahap awal, penimbangan dilakukan dua pekan sekali, namun kini telah dijadwalkan rutin setiap Sabtu.
“Setiap pekan selalu ada nasabah baru. Tren partisipasi warga terus meningkat,” ujarnya kepada Tribun-Timur.com, Senin (16/2/2026).
Selama delapan bulan terakhir, BSU Makkio Baji berhasil mengumpulkan hampir tiga ton sampah anorganik.
Jenis sampah yang disetorkan warga meliputi plastik, botol, kardus, kertas, besi, dan kaleng yang berasal dari limbah rumah tangga.
Desi menjelaskan, setiap sampah yang disetorkan akan ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan nasabah.
Nilai sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi saldo yang dapat dicairkan atau disimpan sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.
Sampah yang telah terkumpul selanjutnya disalurkan ke Bank Sampah Pusat Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar di Jalan Toddopuli Raya untuk didaur ulang.
Harga pembelian disesuaikan dengan jenis serta kualitas pemilahan sampah yang dilakukan nasabah.
“Kami sudah mereduksi hampir tiga ton sampah agar tidak dibuang ke TPA Antang. Seluruhnya kami salurkan untuk didaur ulang di Bank Sampah Pusat,” katanya.
Keberadaan BSU Makkio Baji mendapat dukungan dari Ketua RW 005, Andi Gunaldi, yang memfasilitasi rumah kosong sebagai lokasi operasional bank sampah.
Menurut Desi, dukungan tersebut membantu kelancaran kegiatan pengelolaan sampah di wilayahnya.
Selain menjalankan operasional, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi kepada warga melalui arisan RT, pertemuan lingkungan, serta grup komunikasi warga.
BSU Makkio Baji juga membantu RT dan RW lain yang ingin membentuk bank sampah unit di wilayah masing-masing.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA).
Saat ini, BSU Makkio Baji dikelola oleh tujuh orang pengurus.
Nasabahnya tidak hanya berasal dari lingkungan BTN Makkio Baji, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain seperti Panara, Antang, hingga Emi Saelan.
Ke depan, pengelola berharap partisipasi warga terus meningkat sehingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan berkelanjutan di Kota Makassar.(
Sumber: tribunnews.com

