Viral Event Baku Tumbuk di Parepare, Pemuda Saling Undang Adu Jotos

Event bertajuk ‘Baku Tumbuk’ yang berlangsung di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) memicu polemik luas di tengah masyarakat.

Kegiatan yang mengadopsi konsep pertarungan bebas tersebut menjadi sorotan tajam karena dinilai berpotensi melegalkan aksi perkelahian jalanan.

Acara yang menarik perhatian ratusan pemuda itu memanggungkan duel satu lawan satu di atas arena yang rencananya di gelar di GOR Parepare pada Februari 2026 mendatang.

Ketua KONI Parepare, Fadly Agoes Mante mengatakan, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi terlaksananya event tersebut.

Kata dia, kegiatan itu bisa membahayakan peserta yang ikut bertanding.

“Baku tumbuk ini ibaratkan melegalisasi perkelahian di jalanan. Ini tidak berkesesuaian dengan budaya kita di Parepare, ini kota santri,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Rabu (14/1/2026).

Fadly mengungkapkan, panitia mengklaim ajang itu sebagai cabang olahraga kickboxing.


Namun menurutnya, peserta yang mengikuti ajang itu bukan seorang atlet.

“Peserta yang dipertandingkan di sana itu bukan atlet. Kalau saya lihat di medsosnya (media sosial) itu sembarangan, saling menantang, baku undang cari lawan. Ini berbahaya sekali,” ungkapnya.

Fadly meminta Pemkot dan Polres Parepare meninjau ulang izin yang telah diberikan kepada panitia Baku Tumbuk.

Menurutnya, pihaknya tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu saat event itu dilaksanakan.

“Sebagai operator olahraga di daerah kami tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Maka dari itu kami minta Pemkot dan kepolisian cabut izin kegiatan itu,” ucapnya.

Terpisah Kepala Badan Kesbangpol Parepare, Rustan Asta mengutarakan, pihaknya memang telah mengeluarkan izin event tersebut.

Namun karena banyaknya sorotan dari masyarakat, pihaknya akan mengevaluasi izin itu.

“Memang sudah ada rekomendasi izinnya. Tapi karena ada seperti ini kita akan evaluasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya sempat mengeluarkan rekomendasi karena panitia mengaku sudah mendapat persetujuan dari KONI.

“Karena mereka mengaku ada persetujuan dari KONI, makanya keluar rekomendasi itu. Tapi nanti kami rapatkan,” tandasnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *