Usai Viral Gondola Siswa, Jembatan di Tompobulu Maros Mulai Dibangun TNI

Jembatan penghubung Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, yang selama ini hanya diakses menggunakan gondola, akhirnya akan mulai dibangun tahun ini.

Jembatan sepanjang sekitar 400 meter yang sempat viral karena digunakan siswa sekolah untuk menyeberangi sungai itu rencananya mulai dikerjakan Januari 2026.

Pembangunan jembatan tersebut akan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat dengan melibatkan masyarakat setempat.

Komandan Kodim 1422/Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, mengatakan pengerjaan jembatan sudah mulai memasuki tahap awal.

“Pengerjaannya akan dimulai bulan ini. TNI dibantu masyarakat sekitar dengan model kerja bakti,” katanya dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden RI.

“Sesuai arahan Presiden, yang viral-viral dipantau oleh Sekretaris Kabinet. Wilayah yang viral diperintahkan untuk langsung dibangun, termasuk jembatan yang menampilkan siswa menggunakan gondola di Maros,” ujarnya.

Menurut Agung, saat ini proses pengerjaan sudah mulai berjalan dengan mendatangkan material dan peralatan ke lokasi.

“Sekarang sudah masuk tahap memasukkan alat-alat berat dan bahan bangunan yang akan digunakan,” katanya.

Dalam pelaksanaan teknis, TNI akan dibantu oleh Zeni Daerah Militer (Zidam) Kodam XIV/Hasanuddin.

“Kodam punya Zidam, satuan di bawah Kodam yang menangani bidang zeni, mulai dari perencanaan, pengawasan konstruksi, sampai pemeliharaan. Kalau di instansi sipil, kerjanya mirip seperti PU,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini telah ditinjau langsung oleh Kazidam XIV/Hasanuddin Kolonel Czi Prastiwanto, didampingi Dandim 1422/Maros dan Danramil Tompobulu.

Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, dipastikan proses pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat.

“Setelah ditinjau kemarin, pengerjaan dipastikan mulai bulan ini,” katanya.

Agung memperkirakan proses pembangunan jembatan akan memakan waktu sekitar satu bulan.

Namun, lamanya pengerjaan tetap mempertimbangkan faktor cuaca di lokasi.

“Targetnya sekitar satu bulan selesai. Kalau cuaca mendukung, insya Allah bisa tepat waktu, meski mungkin ada sedikit penyesuaian,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPKPP) Maros, Muhammad Alif Husnaeni, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas.

Ia menjelaskan, sehari setelah rapat tersebut, Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat koordinasi virtual bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia.

“Batas akhir pengumpulan data ditetapkan pada 4 Desember 2025,” ujarnya.

Sesuai arahan Presiden, pelaksanaan penanganan teknis di lapangan diarahkan untuk dikerjakan oleh TNI.

“Kabupaten Maros mengusulkan beberapa jembatan gantung, termasuk jembatan di Tompobulu,” kata Alif.

Ia menegaskan, pengerjaan oleh TNI bukan berarti mengambil alih kewenangan daerah.

“Bukan TNI mengambil alih, tapi memang penanganannya diarahkan untuk dikerjakan oleh TNI,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, gondola tersebut dibangun secara swadaya oleh pemilik lahan karena belum adanya jembatan permanen yang menghubungkan Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi.

Fasilitas gondola itu juga digunakan warga, termasuk para siswa di Dusun Makmur, Desa Bontomanurung, yang harus menyeberangi sungai menuju sekolah.

Kondisi itulah yang kemudian menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *