Karyawan Mantan Anggota DPRD Luwu Tewas Ditabrak Pikap di Poros Palopo-Makassar

Kecelakaan maut terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Ardi (29), seorang pemotor, tewas seketika di lokasi kejadian setelah motornya ditabrak pikap.

Mobil pikap berwarna hitam tersebut sampai terbalik dan terperosok di bahu jalan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (4/12/2025) siang, sekitar pukul 12.10 Wita, di Jalan Poros Palopo-Makassar, Dusun Tallapa, Desa Babang, Larompong Selatan.

Itu berarti 4 hari pasca Operasi Zebra Pallawa 2025 yang berakhir pada 30 November.

Korban, adalah warga Dusun Batu Lotong, Rante Belu, Larompong.

Ia langsung meninggal dunia (MD) di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, membeberkan kronologi laka lantas yang mengerikan tersebut.

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi akibat pengemudi pikap Daihatsu Gran Max, Aswar (26), yang datang dari arah utara menuju selatan.

Aswar kemudian tidak dapat menguasai laju kendaraannya.

“Menurut keterangan saksi dan olah TKP, mobil Pikap Gran Max DP 8814 AH yang dikemudikan saudara Aswar melaju dengan kecepatan tinggi,” jelasnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Jumat (5/12/2025) siang di Belopa.

Saat melewati jalan tikungan, mobil Aswar tiba-tiba oleng ke kanan.

Akibatnya, mobil yang ia kendarai langsung menerobos jalur berlawanan.

Nahas, pada saat bersamaan, korban datang dari arah selatan menuju utara mengendarai motor Yamaha Mio Soul.

Kata Adnan, akibat tabrakan yang sangat keras, Ardi tewas seketika di TKP.

“Korban mengalami luka parah, termasuk patah tertutup pada paha dan betis kanan, serta bengkak pada leher,” bebernya alumni Akpol 2004 itu, setelah mendaoat laporan dari anggotanya.

Pengemudi pikap, Aswar, yang merupakan warga Sidrap, dilaporkan tidak mengalami luka-luka.

Kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp 2 juta.

Adnan menegaskan, pihaknya langsung bertindak cepat usai menerima laporan.

Unit Satuan Lalu Lintas Polres Luwu telah mendatangi TKP, melakukan olah tempat kejadian, dan mencatat identitas korban serta saksi-saksi.

“Kami telah mengamankan barang bukti kedua kendaraan dan mengevakuasi korban. Kami juga telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja Palopo dan menghubungi keluarga korban,” tambahnya.

Saat ini, kedua kendaraan telah diamankan di Mapolres Luwu untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Dari informasi yang dihimpun, TKP kejadian tak berada jauh dari rumah korban.

Menurut warga, jarak rumah Ardi tak lebih dari 1 kilometer dari lokasi yang merenggut nyawanya itu.

“Iye, dekat dari rumah korban itu TKP. Jaraknya sekitar 100 kilometer,” ungkap Kepala Desa Babang, Lindar.

Kata Lindar, korban saat itu hendak pulang ke rumahnya, usai bekerja memetik cengkih di kebun.

“Korban baru pulang petik cengkih di Desa Babang, kemudian lokasi TKP perbatasan Desa Rantebelu dengan Babang. Korban adalah warga Desa Rantebelu, Larompong,” ujarnya.

“Korban karyawannya Pak H Sugiman Janong (mantan anggota DPRD Luwu),” tambahnya.

Ia mengaku, TKP tempat terjadinya laka lantas perlu diwaspadai, sebab jalanan menikung cukup tajam.

“Jalanannya bagus, tapi memang di situ sering terjadi kecelakaan. Bahkan saya pernah,” kenang Lindar.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *