Mendag Usul Aturan Medsos Merangkap eCommerce Harus Punya Izin Sendiri

TELSTAR FM – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali menegaskan telah mengusulkan agar media sosial yang merangkap menjadi ecommerce harus punya izin sendiri. Selain itu, ia juga menegaskan kalau dalam draft revisi Peremendag No. 50 Tahun 2020 ecomerce atau sociocomerce dilarang untuk merangkap menjadi produsen barang dagang.
“Saya sudah mengusulkan aturan sosial media yang merangkap ecommerce harus ada izin tersendiri, harus izin lagi,” ujar Zulhas dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023).

Zulhas yang juga Ketua Umum PAN tersebut turut menyoroti project S TikTok, yang menurutnya kalau tidak diatur akan membuat collapse ecommerce lain dan mengancam UMKM lokal kita. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan Menkop UKM Teten Masduki untuk mengatur platform social commerce seperti TikTok.

“Tiktok itu socio commerce. Keuangan, perdagangan, sosial media, waduh jadi satu. Itu kalau nggak diatur collapse. Oleh karena itu, kita tata. Melalui saya punya instrumen Permendag,” ujar Zulhas.

“Saya usul ke Pak Teten gimana kalau kita larang saja. Wah iya juga yah larang-larang (sekarang) nggak boleh, kita bisa masuk WTO. Ngatur bisa. Jadi kita (akan) atur,” imbuh Zulhas.

Ia menegaskan telah mengusulkan aturan media sosial yang ingin menjadi ecommerce harus memiliki izin yang dagang dan bukan hanya izin media sosial. Lalu ecommerce juga tidak bisa menjadi produsen kecuali sudah ada izinnya.

“Yang kedua usulan kita, tapi kan harus dirapatkan antar kementerian, dari pelaku usaha UMKM minta ke kita, ecommerce maupun sociocommerce tidak boleh jadi produsen. kalau produsen harus izin sendiri,” ujar Zulhas.

“Ketiga, yang bisa langsung direct barang itu yang kita nggak punya. Kalau yang kita punya, dia mau, yah impor seperti biasa, jadi kelihatan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Zulhas menyebut jika aturan ini tidak ditata akan berpengaruh terhadap ecommerce yang ada saat ini. Pada sisi lain, rencana investasi besar TikTok ke Indonesia juga tidak bisa dikesampingkan.

=============

detik.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *