Striker Erling Haaland memborong dua gol saat Manchester City membuka musim Liga Champions mereka dengan kemenangan 2-0 di markas Porto, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Ketajaman Haaland tak lepas dari performa gelandang anyar mereka, terutama Ayyoub Bouaddi, yang tampil gemilang saat menjadi pemain mula untuk pertama kalinya untuk City.
Didukung oleh belanja besar-besaran senilai 460 juta pound sterling atau Rp 10,94 triliun untuk pemain-pemain baru, Enzo Maresca mengawali tugas berat menggantikan Pep Guardiola di kursi kepelatihan City dengan catatan positif. Maresca menurunkan Bouaddi sebagai starter untuk pertama kalinya sejak kepindahannya senilai 86 juta pound sterling (Rp 2,04 triliun) dari Lille.
Remaja 18 tahun asal Maroko itu menjadi gelandang termahal ketiga yang direkrut City pada bursa transfer musim panas setelah Enzo Fernandez dan Elliott Anderson sama-sama melampaui angka 100 juta pound sterling. Bouaddi dan Fernandez tampil mengesankan pada paruh pertama laga.
Hanya karena penampilan kelas wahid dari Diogo Costa di bawah mistar gawang Porto saja yang membuat City belum bisa mencetak gol pada babak pertama. Tiga kali Costa melakukan penyelamatan gemilang dari ancaman Haaland sebelum turun minum.
Pemain internasional Portugal itu melompat tinggi ke kiri gawang untuk menepis sundulan keras Haaland untuk menggagalkan peluang pertama tim tamu. Costa kembali menyelamatkan gawangnya ketika Haaland mengakhiri kerja sama apik dengan Bouaddi dan Phil Foden.
Namun, striker asal Norwegia itu tidak lagi terbendung pada awal babak kedua, ketika bola sundulannya menembus sudut bawah gawang. Sundulan Haaland menyambut umpan silang Fernandez tidak terlalu kencang, tetapi bola bergulir perlahan masuk ke pojok bawah gawang karena Costa terkecoh.
Namun, gol tersebut memicu perubahan strategi tuan rumah yang lebih gencar dalam menyerang untuk mengatasi ketertinggalan. Porto terus menekan raksasa Inggris tersebut sepanjang sisa babak kedua, tetapi mereka tak memiliki kualitas untuk menghukum skuad asuhan Maresca.
Kiper City, Gianluigi Donnarumma, diselamatkan oleh bendera offside setelah ia berlari keluar sarangnya dan menjatuhkan Pepe, yang seharusnya berbuah penalti mutlak. Itu bukan satu-satunya momen menegangkan bagi kiper asal Italia tersebut, saat percobaan sapuan bolanya berhasil diblok oleh William Gomes, tetapi bola justru memantul tipis di sisi gawang tuan rumah.
City juga tampil menurun drastis pada fase akhir pertandingan saat hanya mampu menang tipis 1-0 atas tim promosi Coventry pada hari Sabtu. Meski demikian, kali ini mereka berhasil mencetak gol kedua untuk mengubur asa Porto ketika Haaland menyambut umpan silang Rayan Ait-Nouri untuk mencetak gol ke-59 miliknya di ajang Liga Champions dari 59 pertandingan di kompetisi tersebut.
Sekali lagi, Haaland menunjukkan ketajamannya sebagai salah satu striker terbaik dunia. Gol itu membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa ketiga bagi City dengan torehan 167 gol.
”Kami memikul seluruh tekanan untuk tampil di panggung terbesar, dan itulah yang kami lakukan hari ini. Ini adalah pertandingan-pertandingan yang harus dimenangi dan kami mendapatkan awal musim yang luar biasa,” kata Haaland.
Haaland tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan seusai aksi heroiknya bersama Norwegia di Piala Dunia 2026, dengan mencatatkan lima gol dalam empat pertandingan pertama musim baru ini. ”Di Liga Champions Anda harus memenangi pertandingan karena, jika tidak, tiba-tiba Anda akan mendapat semua tekanan, dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” tambah Haaland.
Mengesankan
Haaland akan menuai pujian atas dua golnya, tetapi Bouaddi-lah yang mencuri perhatian lewat penampilan gemilang dan penuh percaya diri di lini tengah. Ia memberikan sinyal awal bahwa kehadirannya membuat kepergian Rodri mungkin tidak akan terlalu terasa dampaknya bagi City.
”Usianya, permainannya, dia benar-benar tampak terlahir untuk peran ini. Saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari Bouaddi; dia terlihat sangat istimewa. Para penggemar City sempat khawatir kehilangan Rodri. Saya pernah melihat Bouaddi bermain melawan Skotlandia di Piala Dunia, dan sejauh ini performanya sangat mengesankan,” kata Pat Nevin, mantan pemain Chelsea, kepada di BBC.
Menurut Nevin, merekrut Bouaddi adalah keputusan yang sangat mudah bagi City karena pemain tersebut sangat luar biasa. Menurut dia, dengan pemain di usia seperti itu, tetapi tampil dengan ketenangan layaknya seorang veteran, menunjukkan bahwa pemain tersebut adalah sosok yang berkelas.
”Merekrut Bouaddi adalah keputusan yang sangat mudah. Dia luar biasa. Mendapatkan pemain di usia seperti itu—tanpa perlu ragu apakah dia akan berhasil atau tidak—menunjukkan bahwa dia adalah pemain berkelas,” ujar Nevin.
Dalam usia 18 tahun 341 hari, Bouaddi menjadi pemain termuda keempat yang menjadi pemain mula untuk City di Liga Champions. Pertanyaan sempat mengemuka mengenai harga yang dinilai terlampau mahal untuk seorang remaja.
Akan tetapi, Bouaddi telah menunjukkan bahwa penampilannya bersama City sejauh ini membuat harga untuk menebusnya dinilai wajar.
”Dia sangat bagus. Melawan Coventry, ia dua kali kehilangan bola, tetapi setelah itu ia tampil sangat tenang. Pemain lain mungkin akan panik, tetapi di usia 18 tahun, dia sangat kalem. Sungguh pemain yang luar biasa,” puji Maresca.
Maresca menambahkan, Bouaddi tampil sangat dewasa untuk remaja seusianya. ”Malam ini, dia sangat bagus. Dia bisa bahasa Perancis, Inggris, Spanyol dengan sempurna. Dia berbeda dalam hal betapa dewasanya dia. Itu sebabnya, klub berusaha untuk mendapatkannya,” tambah Maresca.
Penampilan tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi penggemar sepak bola yang pernah menyaksikan penampilannya. Dua tahun lalu, Bouaddi mendapat standing ovation dari pendukung Lille setelah membantu timnya meraih kemenangan mengejutkan di fase grup atas juara bertahan Real Madrid.
Bouaddi juga tampil gemilang saat membela Maroko di Piala Dunia 2026. Pada laga melawan Brasil yang berakhir 1-1, misalnya, ia berhasil ”mengantongi” dua gelandang veteran, Casemiro dan Bruno Guimaraes.
Melawan Porto, Bouaddi berhasil menyelesaikan 54 dari 55 operannya, sekaligus mencatatkan statistik tertinggi di antara pemain lain dalam hal jumlah dribel (4), perebutan kembali penguasaan bola (7), dan duel yang dilakukan (13).
”Dia tampil sangat bagus. Dalam beberapa pekan terakhir di sesi latihan, performanya luar biasa. Sejujurnya, menurut saya, kami memiliki pemain yang sangat istimewa dalam dirinya,” puji Haaland.
Sumber: Kompas.id

