Pemerintah Kota Makassar terus membenahi sistem persampahan dengan menambah armada pengangkut sampah.
Langkah tersebut untuk menjawab kebutuhan pelayanan persampahan yang terus meningkat. Sekaligus mendorong agar sampah tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman mengatakan hingga 2026 sistem persampahan Makassar didukung berbagai jenis armada di 14 kecamatan.
“Armada tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengangkutan sampah dari lingkungan permukiman menuju lokasi TPA sesuai jenis kategori pemilahan sampah,” kata Helmy, Selasa (25/8).
Data DLH Makassar, terdapat 1.526 unit angkutan sampah. Rinciannya 1.073 unit motor roda tiga, namun hanya 760 unit dalam kondisi baik. Lalu 221 unit armada Tangkasaki, di mana tiga unit di antaranya rusak berat.
Untuk dump truck atau armada terbuka, DLH mencatat 147 unit. Sebanyak 103 unit masih beroperasi dengan baik, sementara 44 unit mengalami rusak ringan.
Arm roll truck 62 unit. Sebanyak 44 unit dalam kondisi baik, 18 rusak ringan, dan dua unit rusak berat.
Sementara arm roll truck berkapasitas lebih dari 10 meter kubik berjumlah 16 unit. Sebanyak 8 unit masih beroperasi, sedangkan 4 rusak ringan dan 4 lainnya rusak berat. Mobil sampah compactor sebanyak 7 unit, namun 2 unit rusak.
Tahun ini, DLH Makassar menambah 30 unit motor sampah dan 10 unit arm roll. Pengadaan ini merupakan kelanjutan dari dukungan sarana persampahan yang telah direalisasikan pemerintah kota pada tahun sebelumnya.
Pada 2025, Pemkot Makassar telah merealisasikan bantuan 50 unit kendaraan, di antaranya 9 unit dump truck dan 11 unit arm roll serta kendaraan pendukung lainnya.
Helmy mengatakan penambahan armada masih akan diupayakan melalui anggaran perubahan. Namun, jumlahnya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Sumber: Harian Tribun Timur, 26 Agustus 2026

