Enam asosiasi sepak bola negara Arab menyatakan dukungan penuh dan kepercayaan mereka terhadap Gianni Infantino, menunjukkan terbelahnya sikap untuk Presiden FIFA tersebut. Dukungan juga sebelumnya disampaikan induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI. Sementara itu, suara dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tidak bulat.
Dukungan terbaru untuk Infantino datang dari salah satu tuan rumah bersama Piala Dunia 2030, Maroko, serta tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar. Selain itu, dukungan juga diberikan Mesir, Mauritania, Lebanon, dan Sudan.
”Kami sangat menghargai upaya berkelanjutan Infantino untuk memajukan sepak bola secara global, memperluas peluang di semua wilayah, dan memperkuat peran permainan ini dalam menyatukan orang dan komunitas,” bunyi pernyataan itu.
Dukungan itu ditandatangani presiden federasi masing-masing, empat di antaranya merupakan anggota Dewan FIFA. Mereka adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani, Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa, dan Presiden Federasi Sepak Bola Mauritania Ahmed Yahya.
Dua lainnya adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Lebanon Hashem Haidar dan Moatasem Gafar serta Presiden Asosiasi Sepak Bola Sudan Mutasim Jaafar Sarkhatm.
Dalam pernyataan itu juga termuat harapan kerja sama dengan FIFA dapat berlanjut demi masa depan yang mereka sebut lebih kuat dan makmur bagi sepak bola dunia. Tak hanya itu, enam asosiasi tersebut berharap memperluas peluang dan lebih meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap permainan global.
Infantino tengah berada dalam tekanan setelah membuat proposal privatisasi Piala Dunia. Infantino kemudian membatalkan rencana yang diperkirakan dapat menarik dana sekitar 4,2 miliar dolar AS (Rp 74 triliun) setelah mendapatkan reaksi keras dari para pejabat sepak bola global, termasuk dari badan sepak bola Eropa, UEFA.
UEFA mengancam boikot terhadap semua pertandingan dan acara FIFA. UEFA bekerja sama dengan CONCACAF (Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) dan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) untuk mengeluarkan surat terbuka pada Senin (10/8/2026) yang menyatakan rencana Infantino adalah pelanggaran kepercayaan mendasar dan menggambarkannya sebagai tipu daya.
”Kekuatan sepak bola selama ini terletak pada persatuannya. Kami menyerukan agar persatuan itu dijunjung tinggi saat ini. Demi kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang berupaya mendikte sepak bola,” demikian surat terbuka tersebut mengecam Infantino.
Sumber: Kompas.id

