Ribuan Pendaki Gunung Bawakaraeng Rayakan HUT RI, Waspadai Kebakaran

Sebanyak 2.557 pendaki melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan. Mereka akan memeriahkan pengibaran bendera di puncak gunung dengan ketinggian 2.830 meter di atas permukaan laut tersebut. Aspek keselamatan hingga antisipasi kebakaran diutamakan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan, kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan kegiatan pendakian berlangsung aman. Tidak hanya itu, pihaknya sekaligus akan mempercepat respons apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan.

”Kami menyiagakan personel di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian hingga kawasan puncak. Fokus kami memastikan seluruh pendaki dapat menjalankan kegiatan dengan aman dan apabila terjadi kondisi darurat, tim dapat segera memberikan pertolongan,” ujar Arif, Minggu (16/8/2026).

Untuk mendukung pengamanan, ia menambahkan, Basarnas Makassar menempatkan tim di sejumlah lokasi, mulai dari Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, hingga kawasan puncak Gunung Bawakaraeng. Sebanyak 211 personel terlibat dalam operasi siaga khusus tersebut. 

Mereka terdiri atas sejumlah unsur SAR, mulai dari mahasiswa hingga pencinta alam. Tim SAR gabungan mulai bergerak menuju lokasi penempatan pada Sabtu (15/8/2026) malam. Selanjutnya, sejak Minggu pukul 07.00 Wita, personel memantau pergerakan pendaki menuju puncak.

Arif melanjutkan, hingga Minggu siang, belum terdapat pendaki yang dilaporkan mengalami kondisi membahayakan, baik sakit, meninggal, maupun membutuhkan pertolongan darurat.

”Sampai saat ini situasi masih aman. Meski demikian, kami mengimbau seluruh pendaki tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, membawa perlengkapan yang sesuai, serta mengikuti arahan petugas dan sukarelawan di lapangan,” katanya.

Kondisi cuaca di kawasan Gunung Bawakaraeng pada saat pemantauan dilaporkan cerah. Basarnas Makassar tetap mengingatkan pendaki untuk memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan.

Bawakaraeng adalah salah satu gunung yang populer untuk pendakian di Sulsel. Letaknya di perbatasan Kabupaten Gowa dengan Sinjai. Setiap tahun, terutama pada momen peringatan Hari Kemerdekaan, gunung ini diramaikan pendaki yang mengibarkan bendera di puncak Bawakaraeng.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulsel Amson Padolo menuturkan, pihaknya berharap semua pihak mengutamakan keselamatan dalam berbagai kegiatan. Salah satunya, mengantisipasi kebakaran lahan yang saat ini rawan terjadi.

Salah satu kebakaran lahan terjadi di Gunung Nona di Kabupaten Enrekang. Gunung yang populer bagi wisatawan ini terbakar pada Sabtu (15/8/2026) sore hingga malam hari.

Sumber api berasal dari lahan milik warga yang diduga telah membuka lahan dengan cara membakar sehingga meluas ke area lahan Gunung Nona. Namun, akibat wilayahnya susah dijangkau, personel BPBD hanya memantau dari desa terdekat. Api mulai terlihat padam pada Sabtu malam.

Oleh karena itu, ia menekankan kepada masyarakat untuk benar-benar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem saat ini. ”Hindari membakar sampah atau lahan karena, selain kerawanan yang tinggi, juga semakin meningkatkan emisi bumi. Segera informasikan kepada perangkat pemda atau unit rescue terdekat apabila melihat kondisi yang rawan,” tambahnya.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *