Beregu Putra Jadi Andalan Bulu Tangkis di Asian Games 2026

Setelah gagal meraih medali di Asian Games Hangzhou 2022, cabang bulu tangkis menargetkan satu medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Emas akan diandalkan dari beregu putra meski ganda putra pun dinilai memiliki peluang serupa.

”Sesuai hasil diskusi dan peninjauan dengan Kemenpora, bulu tangkis ditargetkan mendapat satu emas dan peluang ada di beregu putra. Namun, dari perkembangan terakhir, ganda putra menunjukkan grafik yang baik. Jadi, peluang ada pada dua nomor itu,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Eng Hian menyebutkan itu setelah mendampingi Ketua Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu saat berkunjung ke Cipayung. Todotua dan rombongan melihat latihan atlet yang bersiap untuk ajang terdekat, Kejuaraan Dunia di New Delhi, India, 17-23 Agustus, berdiskusi dengan Eng Hian dan pengurus PBSI lain, serta meninjau fasilitas pelatnas.

Seperti pada Asian Games sebelumnya, setiap kontingen bisa diwakili sepuluh atlet putra dan sepuluh putri untuk memperebutkan tujuh medali emas. Tujuh nomor yang dipertandingkan adalah tunggal putra dan putri, ganda putra, putri, dan campuran, serta beregu putra dan putri. Persaingan atlet bulu tangkis di Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi, 20-29 September.

PP PBSI telah mendaftarkan atlet dengan jumlah lebih banyak dalam long list dan akan menentukan short list, yaitu atlet yang akan dibawa ke Aichi dan Nagoya, Jepang, setelah Kejuaraan Dunia. Di antara atlet yang mendengar arahan dari Ketua Kontingen Indonesia ada Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah dari tunggal putra serta Putri Kusuma Wardani dan Thalita Ramadhani Wiryawan (tunggal putri). Adapun sektor ganda diwakili Fajar Alfian, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Febi Setianingrum, dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Dengan menyebut beregu putra sebagai nomor dengan peluang terbesar mendapat medali, Indonesia akan mengandalkan Alwi, Fajar/Mohammad Shohibul Fikri, dan kawan-kawan. Jonatan Christie dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, yang berlatih di luar pelatnas, juga berpeluang memperkuat ”Merah Putih”.

”PBSI tidak membedakan atlet pelatnas dan di luar pelatnas. Mereka punya peluang ikut Asian Games jika berperforma bagus. Nama mereka pun sudah masuk long list. Penentuannya akan dilihat dari kebutuhan tim dan target,” tutur Eng Hian.

Jika nama-nama tersebut didaftarkan dalam short list, Indonesia memiliki tim beregu putra yang sama seperti di Piala Thomas 2026. Saat itu, peluang tim-tim kuat untuk juara sebenarnya setara, tetapi Indonesia gagal memanfaatkan peluang tersebut. Jonatan dan kawan-kawan kalah 1-4 dari Perancis pada penyisihan grup yang menentukan kegagalan lolos dari penyisihan grup.

Eng Hian memastikan persiapan yang dilakukan untuk Asian Games kali ini lebih baik, belajar dari performa Indonesia di Asian Games 2022. Tim bulu tangkis Indonesia pulang tanpa medali dan itu untuk pertama kalinya terjadi pada ajang multicabang di antara negara-negara Asia tersebut. Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan kalah bersaing dengan atlet-atlet China yang memperoleh empat emas, Korea Selatan (2 emas), dan India (1 emas).

Hasil terbaik skuad Indonesia saat itu adalah perempat final di tunggal putra, tunggal putri, beregu putra, dan beregu putri. Padahal, pada Asian Games sebelumnya, yaitu di Jakarta 2018, Indonesia meraih dua emas, dua perak, dan empat perunggu.

Emas dari bulu tangkis untuk Asian Games 2026 ini menjadi salah satu dari empat emas yang menjadi target Indonesia. Tanpa menyebut cabang olahraganya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut empat emas itu menjadi target realistis di tengah pelatnas berbagai cabang yang kurang maksimal karena efisiensi anggaran dari pemerintah.

Sementara itu, Alwi dan Putri mengatakan, meski belum dipastikan masuk dalam daftar yang dipastikan akan memperkuat Merah Putih, mereka mempersiapkan diri dalam berbagai faktor. Keduanya menyebut harus menjaga kondisi fisik dan mental dengan adanya kejuaraan besar yang berlangsung pertengahan Agustus hingga akhir September. Ajang yang dimaksud adalah Kejuaraan Dunia, China Masters Super 750 di Shenzhen, 1-6 September, dan Asian Games.

”Pada setiap kejuaraan, saya pasti ingin hasil terbaik. Namun, untuk saat ini fokus pada ajang terdekat dulu, yaitu Kejuaraan Dunia,” kata Alwi.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *