Kasus Casemiro, Rumitnya Aturan Transfer Pemain di Liga Amerika Serikat

Langkah Inter Miami merekrut Casemiro berbuah masalah. Major League Soccer, kompetisi liga kasta tertinggi di Amerika Serikat, mengumumkan telah memulai penyelidikan mengenai transfer Casemiro. MLS menyinyalir adanya dugaan kecurangan dari Inter Miami, tetapi belum memerinci pelanggaran yang dimaksud.

Inter Miami merekrut Casemiro dengan status bebas transfer setelah kontrak Casemiro tidak diperpanjang Manchester United. Gelandang bertahan asal Brasil itu direkrut dengan kontrak selama satu tahun musim MLS 2027. Dalam klausul turut disebutkan, Inter Miami bisa memperpanjang kontrak Casemiro hingga Juni 2029.

Namun, beberapa saat setelah itu, MLS mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa mereka ”sedang meninjau tuduhan kecurangan” terhadap Inter Miami.

”Liga sedang mengumpulkan semua informasi yang relevan dan akan menahan diri untuk tidak berkomentar lebih lanjut sampai tinjauan selesai. Meskipun Inter Miami CF dan LA Galaxy telah mencapai kesepakatan untuk hak prioritas penemuan (discovery rights) untuk merekrut Casemiro, ketentuan tersebut akan diumumkan setelah investigasi manipulasi selesai,” tulis MLS dalam keterangannya, dikutip dari BBC Sports, Kamis (23/7/2026) WIB.

Di sinilah letak kebingungannya. Penggemar sepak bola umumya memahami transfer pemain bisa terwujud ketika penawaran klub sejalan dengan keinginan dari pemain bersangkutan. Ketika klub berminat membeli pemain dan mereka tertarik bergabung, saat itulah transfer terwujud.

Dalam kasus Casemiro, ia berkeinginan bergabung dengan Inter Miami. Sekilas, tidak ada hal yang ganjil, tetapi itu justru menjadi masalah bagi regulasi MLS.

Hak penemuan

Di AS, terutama MLS, proses transfer pemain tidak sesederhana liga lain di dunia. MLS punya aturan yang disebut hak penemuan. Klub-klub yang hendak merekrut pemain harus membuat daftar penemuan (discovery lists) yang berisi lima pemain incaran.

Daftar penemuan itu dirahasiakan antarklub sehingga satu klub tidak akan mengetahui pemain yang ada di daftar klub lainnya. Dalam beberapa kesempatan, ada pemain yang masuk daftar penemuan di lebih dari satu klub.

Jika sudah begitu, klub yang mengajukan klaim terlebih dahulu memiliki prioritas untuk merekrut sang pemain. Sisi uniknya, jika dua klub memasukkan seorang pemain yang sama ke dalam daftar incaran dalam waktu bersamaan, klub dengan poin per pertandingan lebih rendah di musim MLS berjalan mendapatkan prioritas.

Daftar penemuan ini tidak bersifat statis. Seiring berjalannya waktu, klub-klub dapat mengubah daftar tersebut sesering yang mereka inginkan.

Ide dasar balik aturan hak penemuan pemain adalah untuk memberikan kesempatan kepada tim-tim kecil (jika mereka mampu membelinya) merekrut bintang yang mereka inginkan. Regulasi ini juga dirancang untuk mencegah tim-tim kaya MLS dalam perang penawaran untuk pemain bintang.

Jamak ditemui di Eropa, perang penawaran antarklub pada akhirnya akan melambungkan harga seorang pemain melebihi nilai pasarnya.

Negosiasi hak penemuan

Hak penemuan Casemiro awalnya dimiliki oleh LA Galaxy. Namun, dalam pengumuman penandatanganan Casemiro, Inter Miami mengaku telah memperoleh hak penemuan tersebut dari LA Galaxy. Aturan hak penemuan pemain juga memungkinkan klub lain menegosiasikannya.

Jika sebuah klub ingin merekrut pemain dari daftar pemain incaran klub lain, klub tersebut dapat menawarkan uang ”kompensasi” kepada klub pemegang hak awal. Klub pemilik hak atas pemain kemudian memiliki waktu lima hari untuk menerima tawaran tersebut dan menyerahkan haknya.

Opsi lainnya adalah memberikan ”tawaran yang tulus dan masuk akal secara obyektif” kepada pemain bersangkutan. Contoh terbaik untuk negosiasi hak penemuan ada pada transfer Marco Reus.

Gelandang serang asal Jerman itu awalnya berada dalam daftar penemuan Charlotte FC. Pada saat yang sama, LA Galaxy tertarik merekrutnya. Akibatnya, LA Galaxy wajib membayar kepada Charlotte 400.000 dolar AS (Rp 7,1 miliar) untuk hak penemuan Reus.

Ada pula kasus di mana klub tidak perlu membayar kompensasi hak penemuan. Kasusnya pernah terjadi pada LA Galaxy dan Philadelphia Union dalam transfer Zlatan Ibrahimovic. Philadelphia merupakan klub pemegang hak penemuan Ibrahimovic.

Namun, penyerang Swedia itu pada akhirnya bermain untuk LA Galaxy. Philadelphia tidak menerima uang kompensasi sepeser pun. Alasannya adalah MLS menilai Philadelphia tidak punya sumber daya memadai untuk membayar harga Ibrahimovic yang setinggi langit.

Dugaan pelanggaran

Kembali pada kasus Casemiro, pernyataan MLS tentang penyelidikan terhadap Inter Miami masih mengambang. Tidak disebutkan secara jelas tuduhan manipulasi yang dimaksud.

Untuk kasus Casemiro, ada dua dugaan pelanggaran. Pertama, apakah pelanggaran berkaitan dengan negosiasi apa pun yang mungkin dilakukan Inter Miami dengan Casemiro secara langsung sebelum mendapatkan hak penemuan. Kedua, apakah pelanggaran lebih berfokus pada perolehan hak penemuan Casemiro.

Pemain berusia 34 tahun ini dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di generasinya. Casemiro pindah ke Real Madrid pada 2013. Di sana, ia meraih lima gelar Liga Champions Eropa, tiga gelar Liga Spanyol, dan satu Piala Raja Spanyol.

Dari Real, Casemiro melanjutkan karier ke MU. Selama empat musim membela MU, Casemiro membantu klub menjuarai Piala FA musim 2023-2024.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *