Kebakaran menghanguskan rumah kontrakan di Jl Angkasa 6, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (8/6/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.19 Wita, atau beberapa saat setelah adzan magrib.
Pantauan tribun di lokasi, kebakar itu membuat warga sekitar panik lantaran khawatir api merembet ke rumah sekitar.
Beberapa dari mereka bahkan sudah terlihat mengeluarkan barang berharga dan perabotan dari dalam rumah.
Beruntung, armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, sigap tiba di lokasi.
Lokasi kebakaran yang berada di dalam lorong gang sempit, membuat truk damkar yang berukuran besar sedikit kesulitan mengaksesnya titik api dari dekat.
Petugas pun harus mengulur selang lebih panjang untuk menjangkau titik api.
Salah satu pemilik rumah yang terbakar, Popi (57) mengatakan, objek rumah yang terbakar merupakan kontrakan dan rumah tinggal.
“(Yang terbakar) Rumah kontrakan empat petak, terus ada lagi satu rumah kakakku tinggal. Kalau rumah ku saya yang penjual (kios),” ujarnya.
Popi, mengaku pertama kali melihat kemunculan api saat menaiki tangga menuju lantai dua.
Ia sempat berusaha memadamkan api dengan air baskom, namun kobarannya sudah cukup besar.
Popi pun meninggalkan kobaran api itu untuk menyelamatkan diri.
“Itu api dari petak pertama atas, itumi nakubawa air tapi sudah panas sekali mi,” ucapnya.
Sementara itu, Danton 3 Damkarmat Makassar, Andi Haris mengatakan, sata sementara yang diperoleh ada dua unit rumah terbakar.
“Jadi, kami mendapatkan laporan adanya kebakaran di Jalan Angkasa 6. Begitu kami mendapat laporan, kami langsung meluncur ke lokasi kejadian,” kata Andi Haris.
“Jadi, yang terbakar itu ada dua rumah. Kalau di sini belum ada (data jumlah petak), hanya dua unit rumah saja. Iya, infonya kos-kosan,” tambahnya.
Lebih kurang setengah jam petugas damkar dibantu warga berjibaku memadamkan api.
Dalam insiden itu, Andi Haris mengaku mengerahkan belasan truk damkar untuk memadamkan kobaran api.
“Yang diturunkan dari Posko Timur 4 unit, Posko Mako 8 unit, jadi 12 unit semua,” ucapnya.
Meski mengaku tak mendapat kendala berarti, Andi Haris tak menampik akses jalan ke lokasi yang tidak cukup luas untuk armada leluasa bergerak.
“Jadi kendala tidak ada, kendalanya itu hanya akses masuk ke lorong saja karena lorongnya sempit, sehingga mobil besar sulit masuk,” sebutnya.
Andi Haris juga memastikan tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam peristiwa itu.
Untuk penyebab pasti kebakaran kata dia, masih dalam penyelidikan polisi.
Sumber: Tribunnews.com

