Progres pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menuju tahap pelaksanaan fisik. Saat ini, proyek memasuki fase penyusunan dokumen tender untuk persiapan lelang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan penyusunan dokumen melibatkan Manajemen Konstruksi (MK) bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Kedunya berperan penting dalam merancang dokumen teknis hingga administrasi pengadaan. “Saat ini MK lagi dalam tahap penyusunan dokumen PPK, termasuk dokumen pemilihan tender fisik,” kata Zuhaelsi, Minggu (12/4).
Selain dokumen tender, tim juga tengah menyusun basic design stadion. Desain ini akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pembanguan nantinya.
Keterlibatan MK tidak hanya pada aspek desian, tetapi juga pada penyusunan dokumen pengadaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
“MK juga terlibat dalam penyusuanan basic design bersama PPK dan menyiapkan rancangan dokumen pengadaan,” kata Zuhaelsi.
Ditargetkan, seluruh dokumen tersebut rampung pada akhir April. Penyelesaian dokumen menjad kunci agar proses tender bisa segera dimulai.
Jika sesuai jadwal, proses tender fisik stadion akan dimulai pada awal Mei.
Tahapan ini akan menentukan kontraktor pelaksana proyek.
Proses tender diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan.
Hal ini mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa.
“Secara aturan proses pemilihan itu 30 sampai 45 hari, apalagi ini ada dokumen teknis, jadi bisa sampai 45 hari,” katanya. Penandatanganan kontrak ditergetkan akhir Juni.
Setelah itu, pekerjaan fisik bisa segera dimulai. Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada kelancaran proses tender. Dalam prosesnya, sejumlah kriteria akan diterapkan kepada peserta lelang. Salah satu yang utama dalah kemampuan memenuhi standar stadion internasional. Standar FIFA menjadi acuan penting agar stadion yang dibangu memilik kualitas dan kelayakan tinggi.
Selain itu, nilai proyek yang berada di atas Rp 100 miliar membuka peluang bagi perusahaan besar termasuk BUMN, untuk ikut serta.
Meski demikian, peluang bagi kontraktor lokal tetap terbuka. Mereka tetap bisa berpartisipasi sepanjang memenuhi persyaratan.
“Tidak menutup peluang perusahaan lokal, tetap terbuka, tapi karena nilanya besar biasanya BUMN juga masuk,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, pembangunan fisik Stadion Untia tahun ini dialokasikan Rp 124 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk pekerjaan penimbunan lahan.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda mengatakan seluruh kebutuhan dana akan dipetakan untuk tiga tahun berturut-turut (2025-2027). Hitungan awal, kontruski stadion butuh Rp 500 miliar.
Sumber: Harian Tribun Timur, 13 April 2026

