Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko Sulawesi Selatan (Sulsel) lewat postingan di akun Instagram @bmkgsulsel, Rabu (4/2/2026).
Potensi risikonya berupa banjir dan tanah longsor.
Peringatan dini ini berlaku selama tiga hari 5-7 Februari 2026.
Pada 5 Februari 2026, wilayah yang berpotensi terdampak risiko banjir meliputi Kabupaten Barru, Gowa, Luwu, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, dan Takalar.
Pada hari ini juga, warga sekitar Gowa diminta waspada dampak risiko tanah longsor.
Selanjutnya pada 6 Februari 2026, potensi dampak risiko banjir masih terpantau di wilayah Barru, Gowa, Luwu, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Sementara pada 7 Februari 2026, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Gowa, Luwu, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
“Peringatan Dini Cuaca Berisiko Sulsel
????️ Periode: [05 s/d 07 Februari 2026]
???? Update: [04 Februari 2026, Pukul 09.00 WITA]
BMKG Wilayah IV (Sulsel) mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Berisiko untuk wilayah Sulawesi Selatan berdasarkan informasi prediksi berbasis dampak (IBF) Indonesia Flood & Landslide Early Warning System (InaFLEWS).
???? Potensi Risiko:
???? Dampak banjir
????️ Dampak longsor
???? Warga dan instansi terkait diimbau untuk:
✔️ Terus memantau informasi cuaca harian dan prediksi cuaca berisiko
✔️ Waspada saat beraktivitas di luar ruang
✔️ Siaga terhadap potensi banjir dan longsor,” demikian caption BMKG Sulsel, dikutip Tribun-Timur.com, Kamis (5/2/2026).
Waspada Hujan Deras Petir dan Angin Kencang! Ini Tips dari PLN
Saat musim penghujan, masyarakat harus mulai mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi, mulai dari genangan air hingga banjir.
Selain itu, hujan dan angin kencang tak jarang mengakibatkan banyak pohon tumbang, ranting pohon yang berserakan, bahkan mengenai jaringan listrik.
Hal ini dapat berimbas pada terganggunya aliran listrik ke sejumlah daerah.
Selain bahaya banjir yang ditimbulkan oleh hujan deras dan angin kencang, terdapat potensi bahaya lain yang mengintai apabila masyarakat tidak waspada, antara lain kejatuhan benda yang roboh atau terbang diterpa angin, bahaya kejutan listrik, serta sambaran petir.
Beberapa waktu lalu, General Manager PLN UID S2JB, Bambang Yusuf, membagikan beberapa tips yang dapat diterapkan oleh masyarakat agar tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan menghindari bahaya-bahaya di atas dilansir dari Kompas TV:
1. Jangan berteduh atau berlindung dibawah pohon, baliho, tiang listrik atau tower listrik. Benda-benda yang tinggi memiliki potensi sambaran petir atau roboh karena angin kencang. Pastikan Anda berlindung di dalam bangunan atau tempat yang kokoh serta aman dari banjir.
2. Jika kondisi hujan petir, cabut stop kontak peralatan listrik anda.
3. Siapkan daya cadangan melalui power bank untuk mengisi daya alat telekomunikasi seperti handphone agar tetap dapat digunakan jika sewaktu-waktu terjadi gangguan listrik.
4. Jika terjadi banjir, matikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) atau termis pada kWH meter. Jangan lupa naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Hal ini bertujuan untuk menghindari bahaya tersengat listrik.
5. Apabila terjadi banjir dan jaringan listrik belum dipadamkan oleh PLN, laporkan segera melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat. Selain itu, hubungi juga instansi terkait penanggulangan bahaya banjir.
6. Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering sebelum aliran listrik dinyalakan kembali. Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Penyalaan akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT, RW atau tokoh masyarakat setempat.
Bambang juga menghimbau masyarakat untuk melakulan pengecekan instalasi di rumah untuk memastikan bahwa instalasi listrik masih layak dan aman.
“Segera hubungi penyedia jasa pemeriksaan instalasi listrik melalui PLN Mobile untuk memastikan kondisi instalasi listrik rumah dalam kondisi baik, layak dan dilengkapi grounding yang cukup untuk mengantisipasi bahaya yang mungkin timbul saat cuaca ekstrim”, kata Bambang.
Sumber: tribunnews.com

