BBM dan LPG Langka di Lutra-Lutim, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying

Penutupan akses Jalan Trans Sulawesi di sejumlah titik di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara terjadi akibat aksi unjuk rasa pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya pekan lalu.

Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG).

Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan di SPBU serta kelangkaan LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Antrean panjang berdampak langsung pada aktivitas sopir angkutan umum.

Waktu kerja mereka banyak tersita untuk menunggu pengisian BBM sehingga perjalanan berkurang dan pendapatan harian menurun.

Risal (44), sopir angkutan umum di Luwu Utara, mengatakan antrean panjang BBM sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

“Biasanya antre sampai dua jam. Kadang datang sore, baru dapat BBM sampai malam,” kata Risal, Rabu (4/2/2026).

Sebelum antrean terjadi, ia mampu melayani penumpang hingga dua kali perjalanan pulang-pergi dalam sehari.

Kini sebagian besar waktunya habis di SPBU.

Meski pendapatan menurun, para sopir memilih tidak menaikkan tarif angkutan karena khawatir memberatkan penumpang.

Sebagian penumpang menunjukkan empati dengan memberi tambahan biaya secara sukarela.

Selain BBM, warga juga mengeluhkan kelangkaan LPG bersubsidi.

Mirna, seorang ibu rumah tangga, mengatakan gas melon sulit diperoleh dalam sepekan terakhir dan harganya melonjak hingga Rp40 ribu per tabung.

“Harus mutar cari di mana ada, itu pun harganya sampai Rp40 ribu per tabung,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan distribusi BBM dan LPG ke Luwu Utara dan Luwu Timur mulai berangsur pulih setelah akses jalur utama kembali terbuka.

Sebelumnya, distribusi energi sempat terganggu selama lima hari akibat terputusnya jalur transportasi.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T Muhammad Rum, mengatakan tahap awal pemulihan difokuskan pada pemerataan distribusi ke seluruh SPBU dan agen, disusul penguatan ketahanan stok.

“Kami menyalurkan BBM di atas konsumsi normal harian agar stok di SPBU dan agen segera kembali aman,” kata Rum.

Fuel Terminal (FT) Palopo dioperasikan melebihi jam normal dengan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan aspek HSSE.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan untuk mencegah penimbunan serta spekulasi harga.

Rincian Penambahan Pasokan

Luwu Utara: pasokan gasoline ditambah 18 persen, gasoil 15 persen dari rata-rata konsumsi harian.

Luwu Timur: pasokan gasoline meningkat 16 persen, gasoil 10 persen.

LPG: penambahan 11.200 tabung atau sekitar 50 persen dari alokasi harian.

Selain FT Palopo, Pertamina juga mengoptimalkan Fuel Terminal Poso sebagai titik suplai alternatif.

Pertamina bersama pemerintah daerah menggelar operasi pasar LPG dengan pengawasan Dinas Perdagangan dan Satpol PP.

Namun, Pertamina mencatat adanya indikasi panic buying di sejumlah wilayah menyusul pemberitaan rencana aksi lanjutan, yang berdampak hingga ke Kota Palopo dan sekitarnya.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *