Sebotol Air Mineral di Tangan Maduro yang Diborgol

Cuitan di media sosial Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakhiri spekulasi sekaligus memastikan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro benar telah ditangkap. Trump mengunggah kalimat, ”Nicolas Maduro on board USS Iwo Jima” sebagai keterangan foto di bawahnya.

Tampak dalam foto yang diunggah Trump, Presiden Maduro mengenakan setelan jaket dan celana olahraga berwarna abu-abu, dengan penutup telinga dan penutup mata berwarna hitam. Kedua pergelangan tangan Maduro diborgol dan sebotol air mineral tanpa penutup tampak dalam genggamannya.

Sebelumnya, penduduk Caracas, di ibu kota Venezuela, terbangun pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, setelah suara ledakan keras terdengar bertubi-tubi. Penduduk yang keluar rumah untuk mencari tahu sumber ledakan, segera menyaksikan kobaran api dan kepulan asap di banyak tempat.

Tak lama berselang, Presiden Trump mengunggah kalimat, ”AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” di platform Truth miliknya. Dunia segera mengetahui bahwa milter AS baru saja melancarkan serangan besar dan dalam tempo yang kilat ke Venezuela.

Media sosial segera riuh dan bersliweran foto serta video suasana di Venezuela. Selain foto kerusakan akibat serangan, juga banyak video yang memperlihatkan pesawat dan helikopter yang terbang rendah di atas kota Caracas. Setelah ditangkap di kediamannya, Presiden Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan keluar dari Venezuela dengan helikopter militer.

Reaksi segera bermunculan, baik dunia internasional maupun dari masyarakat di dalam negeri. Pro dan kontra terhadap tindakan Amerika ini juga terjadi di kalangan penduduk Venezuela. Mengejutkan bahwa serangan ini terjadi beberapa jam setelah Maduro bertemu utusan utusan khusus Presiden China Xi Jinping, Qiu Xiaoqi.

Perseteruan lama

Nicolas Maduro yang lahir pada 23 November 1962, sebelumnya dikenal sebagai sopir bus yang aktif dalam kegiatan serikat pekerja. Ia dikenal sebagai sosok yang berani dan vokal sampai akhirnya dipercaya memimpin serikat buruh.

Saat menjadi anggota Majelis Nasional pada tahun 2000, ia mulai dekat ke pemerintahan Presiden Hugo Chavez. Perjalanan Maduro makin moncer hingga berhasil menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Saat Presiden Chavez meninggal dunia pada 5 Maret 2013, Maduro menjabat wakil Presiden Venezuela. 

Puncak karier Maduro terjadi saat berhasil memenangi pemilihan presiden dengan perolehan suara 50,62 persen pada 14 April 2013. Ia kemudian resmi dilantik sebagai Presiden Venezuela lima hari kemudian.

Selama masa pemerintahannya, Venezuela mengalami banyak krisis, termasuk krisis ekonomi yang menyebabkan penduduknya meninggalkan negaranya dan bermigrasi ke Amerika Serikat. Trump dalam beberapa kesempatan menuduh Maduro terlibat dalam peredaran narkoba ke wilayah Amerika. 

Puncak ketegangan mereka berdua adalah pada Sabtu tanggal 3 dini hari lalu. Maduro ditangkap di kediamannya di Venezuela atas perintah Trump. Ia lantas dibawa dengan helikopter dan diterbangkan dengan pesawat ke Penjara Federal Amerika.  

Terakhir, sebuah video baru yang diunggah di media sosial oleh akun Gedung Putih menunjukkan Maduro tersenyum, saat ia dikawal melalui kantor tersebut oleh dua agen DEA yang memegang lengannya.

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *