1.584 Jemaah Haji Masuk Pelunasan Tahap II, Jemaah Gagal Sistem Prioritas

Masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II dimulai Jumat (2/1/2026) sampai Jumat (9/1/2026).

Dari 9.670 jemaah berhak lunas Sulsel, sebanyak 8.086 jemaah sudah melakukan pelunasan tahap I.

Sehingga tersisa 1.584 kuota jemaah Sulsel yang akan melunasi Bipih di tahap II.

Dalam ketentuan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), jemaah berhak lunas yang tidak melakukan pelunasan di tahap pertama maka akan ditunda keberangkatannya.

Sementara nama-nama berhak lunas di tahap II berasal dari beberapa kategori.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail, nama pengisi 1.584 kuota tersebut sudah dikantongi.

Dijelaskan skema cadangan ini memprioritaskan jemaah gagal sistem dahulu. 

“Jemaah yang sudah periksa kesehatan tapi belum keluar istithaah tahap pertama itu termasuk gagal sistem. Atau jemaah yang mau pelunasan tapi terhambat jaringan di bank,” ujar Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail saat dihubungi Tribun-Timur.com pada Jumat (2/1/2026) pukul 11.20 wita.

Berikutnya pendamping jemaah lansia. Dalam ketentuan, prioritas akan diberikan berdasarkan urutan usia tertua dari jemaah haji lansia yang membutuhkan pendampingan.

Tujuannya lansia tetap dapat melaksanakan ibadah haji dengan dukungan fisik dan emosional yang memadai selama di Tanah Suci. 

Lalu pendamping jemaah disabilitas, diikuti penggabungan mahram.

Ikbal Ismail menjelaskan dari 1.584 kuota, maka gagal sistem akan didahulukan mendapat kuota.

“Sisa kuota 1.584-an. Kalau gagal sistem mengambil 500 berarti sisa 1000an untuk dibagi ke berikutnya, pendamping lansia. Begitu seterusnya,” ujar Ikbal Ismail.

Ikbal menyampaikan jemaah cadangan menjadi urutan terakhir untuk pengisian kuota.

Sehingga Ikbal meminta jemaah cadangan tetap bersabar, sebab didahulukan sesuai urutan pengisian yang sudah jadi ketentuan.

Adapun daftar jemaah cadangan ada 40 persen dari kuota Sulsel.

“Cadangan kan apabila ada sisa kuota. Sesuai nomor urut, pertama gagal sistem, kedua pendamping lansia, pendamping disabilitas, penggabungan mahram dan terakhir cadangan,” lanjutnya.

Kemenhaj RI akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi tahun 2026 M/1447 H, selama 1 bulan.

Bimtek akan digelar mulai, Sabtu (10/1/2026).

Kemenhaj dalam siaran persnya menyebut, durasi Bimtek kini lebih lama dibanding sebelumnya, saat “kendali” masih di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan BP Haji.

Durasi bimtek lebih lama karena materi lebih banyak, serta kebutuhan untuk mempersiapkan petugas secara lebih komprehensif.

Tidak hanya pengetahuan dan keterampilan, bimtek juga difokuskan pada pembinaan mental dan sikap petugas agar senantiasa mengedepankan semangat pengabdian dan jiwa melayani jamaah haji.

“Bimtek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis petugas, tetapi juga menyiapkan mental dan karakter pelayanan agar petugas mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan empati kepada jamaah,” kata Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji Puji Raharjo dalam keterangan tertulisnya.

Dalam bimtek, para petugas haji akan digembleng fisiknya, kedisplinan, pengetahuan dasar fikih haji, pengetahuan bahasa

Arab, dan pemahaman terkait tantangan bakal dihadapi di Tanah Suci.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *