BADAN Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan progres pembangunan jembatan darurat atau bailey di empat titik di wilayah Aceh saat ini tengah memasuki tahap akhir.
Progres pembangunan yang paling maju ialah di Jembatan Teupin Reudeup yang menghubungkan Kabupaten Bireun dengan Lhokseumawe.
“Progresnya hari ini sudah 89 persen. Tinggal finishing,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalan konferensi pers pada Jumat, 12 Desember 2025, dilihat di kanal YouTube BNPB Indonesia.
Per 11 Desember kemarin, progress pembangunan Jembatan Teupin Reudeup yang putus dihantam air bah mencapai 77 persen. Pembangunan jembatan darurat diharapkan dapat mempermudah distribusi logistik kepada para korban terdampak.
Kemudian, Abdul melanjutkan, pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane yang menghubungkan Bireun dengan Takengon, Aceh Tengah juga terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Komando Daerah Militer Iskandar Muda, progres pembangunan per hari ini telah mencapai angka 88 persen dari sebelumnya 85 persen per 11 Desember 2025.
Lalu, kata dia, pembangunan Jembatan Kuta Blang yang menjadi akses utama penghubung Bireun dengan Lhokseumawe, per Jumat ini juga menunjukan progress pengerjaan di angka 28 persen. “Kemarin 17 persen,” ujar Abdul.
Sedangkan untuk pembangunan jembatan darurat di Jeratah, ia mengatakan, progress masih dalam awal perbaikan.
Berdasarkan catatan Kementerian Pekerjaan Umum, terdapat 13 jembatan yang putus di Aceh setelah diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November lalu.
Putusnya jembatan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Aceh ini menyebabkan proses distribusi logistik kepada korban terdampak bencana terhambat karena bantuan hanya bisa diberikan melalui jalur udara.
Sumber: tempo.co

