Akun TikTok @polisianak84 menjadi viral berkat konten berpura-pura jadi polisi untuk menasihati anak-anak yang tidak mau makan hingga terlalu lama bermain gawai. Jasa unik ini diminati oleh sejumlah orang tua, termasuk figur publik Nathalie Holscher dan Nanda Arsyinta.
Nathalie pernah menggunakan jasa Polisi Anak untuk menegur buah hatinya, Adzam, yang tidak mau menghabiskan makanan. Dalam video yang dibagikan akun @polisianak84, Adzam terlihat duduk di meja makan dengan mata berkaca-kaca setelah terhubung dengan kreator tersebut melalui panggilan video.
Kreator yang mengenakan seragam polisi itu kemudian memperingatkan Adzam agar tidak menangis. “Kalau nangis kami akan tambah hukuman buat anaknya ya, Bu, ya,” kata kreator tersebut dikutip pada Rabu (21/10/2026).
la lalu meminta Adzam segera menghabiskan makanannya. Kreator itu bahkan mengancam akan memenjarakan Adzam selama satu bulan jika tidak menghabiskan nasi.
“Satu butir nasi tidak dihabiskan, kami penjarakan satu bulan anaknya. Jadi, Adzam ini jangan main-main. Segera dihabiskan, makan sendiri,” kata kreator tersebut.
Setelah Adzam mulai makan, kreator tersebut mengatakan bahwa ia tidak akan memberi hukuman jika Adzam menghabiskan makanannya. “Karena anaknya makan, pinter, enggak akan dihukum hari ini ya, Bu, ya. Tidak usah menangis, kalau kami tangkap hanya satu dua bulan dipenjara,” kata dia.
Nathalie kemudian mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih ya, Pak, nanti akan kami telepon lagi kalau anaknya tidak mau makan lagì ya, Pak,” kata Nathalie.
Infkuencer Nanda Arsyinta juga pernah meminta bantuan Polisi Anak untuk menegur putrinya, Nadlyne, yang tidak mau menghabiskan makanan. Dalam video yang beredar, kreator tersebut meminta Nadlyne segera menyelesaikan makanannya.
“Polisi cuma mau perintahkan supaya makanannya dihabiskan cepat. Dimakan makanannya, coba dikunyah makanannya. Pintar ini, berarti tidak usah ditangkap ya anaknya ini,” kata kreator tersebut.
Nadlyne terlihat menangis dan ketakutan saat mendapat teguran. Meski demikian, ia akhirnya mulai makan dan mengikuti arahan yang diberikan. Anak tersebut juga sempat memberikan hormat sebelum mengiyakan perintah sang kreator. “lya, siap,” kata Nadlyne sambil menangis.
Akun TikTok @polisianak84 diketahui memiliki lebih dari 398 ribu pengikut. Berdasarkan pantauan Republika, kreator tersebut mulai membuat konten Polisi Anak sejak 2024.
Pria asal Sulawesi itu awalnya hanya membagikan rekaman percakapan telepon dengan orang tua yang kewalahan menghadapi perilaku anak mereka. Keluhan yang disampaikan antara lain anak yang tidak mau tidur dan anak yang suka berbohong.
Menjelang akhir 2024, kreator tersebut mulai melakukan siaran langsung di TikTok. la terhubung dengan orang tua yang ingin meminta bantuan agar anak mereka mau tidur.
Seiring waktu, konten yang dibuat semakin beragam. Kreator tersebut mulai membagikan rekaman panggilan video dengan orang tua yang mengadukan berbagai perilaku anak, termasuk terlalu lama bermain gim, mudah marah, melawan orang tua, tidak mau tidur, hingga menolak makan.
Konten Polisi Anak mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sebagian pengguna media sosial memuji kreator tersebut karena dianggap membantu orang tua menghadapi anak yang sulit diatur.
“Berkat Pak Polisi Anak ini anakku cepat nurutnya,” komentar akun @yass** dalam salah satu video Polisi Anak.
Namun, tidak sedikit pula warganet yang mempertanyakan pendekatan tersebut. Warganet menilai mengancam atau menakut-nakuti anak bukan cara terbaik dalam mendisiplinkan buah hati.
“Ga boleh mengancam anak seperti itu, kan banyak cara lain untuk tetap anaknya suka makan, entah itu kasih minyak ikan penambah selera makan, suplemen anak, atau suapin sambil main, bawa ke taman. Masih banyak teknik orang tua kasih makan anaknya,” tulis akun @Jup**.
Sumber: Republika.co.id

