Guru sekolah di Victoria, Australia, akan menjadi guru dengan bayaran tertinggi di “Negeri Kanguru” setelah menerima tawaran kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja dari pemerintah negara bagian.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah proses negosiasi berlangsung selama sekitar satu tahun dan diwarnai aksi mogok kerja para guru.
Anggota Australian Education Union (AEU) cabang Victoria pada Senin (17/8/2026) memilih menerima tawaran terbaru pemerintah dengan 79 persen suara.
Kesepakatan itu memberikan kenaikan gaji total antara 28,3 persen hingga 32,4 persen selama 4 tahun, ditambah bonus sebesar 2.000 dollar Australia pada awal masa kesepakatan.
Dengan kurs Rp 12.611,12 per dollar, bonus tersebut setara sekitar Rp 25,2 juta.
Gaji guru berpengalaman tembus Rp 1,9 miliar
Sebagaimana dilansir The Guardian, salah satu perubahan terbesar akan dirasakan guru yang sudah berpengalaman.
Berdasarkan kesepakatan baru, gaji guru berpengalaman akan naik dari 118.063 dollar Australia menjadi 151.419 dollar Australia atau sekitar Rp 1,91 miliar per tahun pada 2029.
Jika dibagi rata selama 12 bulan, nilainya mencapai sekitar Rp 159,1 juta per bulan.
Pada 2026, guru berpengalaman akan mendapatkan kenaikan sebesar 15.393 dollar Australia, atau sekitar Rp 194,2 juta.
Sementara itu, guru yang masih berada di awal karier akan memperoleh kenaikan sebesar 12.343 dollar Australia atau sekitar Rp 155,7 juta pada Oktober 2026.
Kenaikan tersebut membuat gaji guru pemula di Victoria berada pada level yang setara dengan guru di negara bagian New South Wales.
Bukan cuma gaji yang naik
Kesepakatan baru tidak hanya mengatur kenaikan gaji, tetapi juga memperbaiki kondisi kerja para guru.
Mulai 2027, guru akan mendapatkan empat hari untuk kegiatan praktik profesional dan delapan hari tanpa siswa setiap tahun.
Jumlah rapat yang harus diikuti guru setelah jam sekolah juga akan dikurangi.
Selain itu, batas maksimal jam mengajar tatap muka yang selama ini berlaku tetap dipertahankan dalam perjanjian kerja baru.
Guru sekolah menengah tetap memiliki batas maksimal 18,5 jam mengajar tatap muka per minggu.
Sementara guru sekolah dasar memiliki batas maksimal 21 jam mengajar tatap muka per minggu.
Dicapai setelah aksi mogok
Kesepakatan tersebut tercapai setelah negosiasi panjang antara guru dan pemerintah Victoria.
Pada Maret 2026, sebanyak 98 persen anggota AEU memilih mendukung aksi mogok. Aksi tersebut menyebabkan sekitar 500 sekolah ditutup atau mengalami gangguan kegiatan belajar.
Sekitar 35.000 guru turun ke pusat Kota Melbourne.
Aksi tersebut menjadi mobilisasi terbesar dalam sejarah AEU Victoria.
Sebelumnya, pemerintah Victoria menawarkan kenaikan sekitar 18,5 persen selama empat tahun. Tawaran tersebut ditolak 58 persen anggota serikat dalam pemungutan suara pada Juni.
Tawaran kedua kembali ditolak, kali ini dengan 51 persen suara menentang.
Pemerintah kemudian mengajukan tawaran ketiga setelah Ben Carroll menjabat sebagai Perdana Menteri Victoria.
Tawaran ketiga akhirnya diterima dengan dukungan 79 persen anggota serikat.
Dengan diterimanya kesepakatan tersebut, rencana aksi mogok yang seharusnya digelar pada Rabu (19/8/2026) dibatalkan.
Pemerintah siapkan dana Rp 68 triliun
Kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja tersebut membutuhkan anggaran besar.
Kesepakatan baru diperkirakan menelan biaya lebih dari 5,4 miliar dollar Australia.
Jika menggunakan kurs Rp 12.611,12 per dollar, nilainya sekitar Rp 68,1 triliun.
Tawaran terbaru sendiri menambah beban anggaran sekitar 700 juta dollar Australia, atau sekitar Rp 8,83 triliun.
Pemerintah Victoria juga berencana meningkatkan pendanaan sekolah untuk memenuhi standar pendanaan pendidikan nasional yang dikenal sebagai standar Gonski.
Kebijakan tersebut diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran hingga miliaran dollar Australia.
Namun, kesepakatan dengan guru juga memberikan keuntungan politik bagi pemerintah Victoria.
Ancaman aksi mogok menjelang pemilihan negara bagian pada November 2026 kini berakhir. Pemerintah juga dapat mengklaim telah menjadikan guru Victoria sebagai guru dengan bayaran tertinggi di Australia.
Perjuangan guru
Presiden AEU Victoria Justin Mullaly mengatakan, kenaikan gaji dan perbaikan kondisi kerja merupakan hasil perjuangan para anggota serikat.
Menurut dia, para guru menuntut gaji dan kondisi kerja yang mencerminkan nilai serta pentingnya pekerjaan mereka di sekolah negeri Victoria.
Kelompok akar rumput di dalam serikat juga disebut ikut memberikan tekanan selama proses negosiasi.
Kelompok tersebut mengkritik kepemimpinan serikat yang dinilai terlalu mudah berkompromi dengan pemerintah dan mendorong guru menolak tawaran yang dianggap belum memadai.
Pada akhirnya, tekanan tersebut turut membentuk proses negosiasi hingga pemerintah mengajukan tawaran ketiga yang kemudian diterima mayoritas anggota.
Sumber: Kompas.com

