Satu per satu anggota lingkaran dalam Presiden FIFA Gianni Infantino memilih meninggalkannya. Chief Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (17/8/2026) waktu Zurich, Swiss. Keputusan itu diambil hanya beberapa pekan setelah Lamour menyatakan Infantino telah berbohong kepada staf FIFA terkait rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor.
Lamour adalah petinggi FIFA kedua yang mengundurkan diri setelah penasihat senior Infantino, Carlos Cordeiro, juga mengundurkan diri pada akhir Juli lalu. Lamour masuk jajaran pimpinan senior FIFA pada November 2024. Sebelumnya, pria asal Perancis itu adalah anggota tim yang mengampanyekan terpilihnya Infantino sebagai Presiden FIFA pada tahun 2016.
Dalam sebuah pernyataan kepada Associated Press pada 1 Agustus 2026, Lamour menantang Infantino untuk memecatnya. Lamour melakukan itu untuk membela para koleganya saat terjadi gejolak akibat rencana privatisasi Piala Dunia yang digagas Infantino. Proposal Infantino itu disebut FIFA Forward Enterprise yang akan menangani penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Lamour berpendapat, anggota staf FIFA merasa telah dibohongi karena Infantino kurang transparan dalam proses perencanaan tersebut. Lamour juga menyebut proyek kontroversial tersebut sebagai ”proyek satu orang”. Ia merilis pernyataan itu pada hari yang sama ketika Cordeiro memutuskan mundur dan menyebut rencana itu sebagai kesepakatan buruk bagi sepak bola.
”Misi kami… adalah melayani sepak bola, bukan melayani kepentingan pribadi seseorang yang, sayangnya, merasa dirinya adalah perwujudan FIFA, padahal seharusnya ia mengabdi kepada organisasi tersebut,” kata Lamour.
FIFA melalui juru bicaranya mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour selaku COO FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026.
”FIFA berterima kasih kepada Kevin atas pengabdiannya selama dua tahun dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Tidak akan ada komentar lebih lanjut mengenai masalah ini,” ujar juru bicara FIFA pada Senin.
Tidak memenuhi syarat
Organisasi hak asasi manusia FairSquare pada Senin telah mengirim surat kepada Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan (GACC) FIFA. Dalam surat tersebut, mereka mendesak agar Infantino dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden. Infantino akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden FIFA saat Kongres FIFA di Maroko tahun 2027.
Meskipun masa jabatan presiden FIFA dibatasi maksimal tiga periode, Infantino pada tahun 2022 berhasil lolos dari aturan tersebut. Menurut Infantino, masa jabatan pertamanya (2016-2019) tidak bisa dihitung sebagai masa jabatan pertama karena dirinya hanya meneruskan mandat Blatter yang mundur di tengah masa jabatannya.
Infantino yang sebelumnya adalah Sekjen UEFA terpilih dalam kongres luar biasa menyusul pengunduran diri Sepp Blatter karena skandal korupsi. Ia terpilih kembali tanpa pesaing pada tahun 2019 dan 2023.
”Pengaduan yang kami ajukan memberikan bukti nyata bahwa ini merupakan pelanggaran aturan yang jelas dan menciptakan preseden yang sangat berbahaya,” ujar Direktur FairSquare Nicholas McGeehan.
”Aturan menyatakan dengan tegas bahwa tiga periode masa jabatan presiden adalah batas maksimal yang diperbolehkan. FIFA tidak bisa begitu saja mengakali aturan ini, yang berfungsi sebagai mekanisme pengawas kekuasaan presiden, dengan dalih bahwa masa jabatan pertamanya tidak dihitung,” lanjut McGeehan.
Surat FairSquare kepada GACC FIFA disusun dengan bantuan Miguel Maduro, mantan Ketua GACC FIFA. Maduro menyatakan FIFA tidak boleh mengabaikan aturannya sendiri.
”Prinsip pembatasan masa jabatan merupakan aspek mendasar dari reformasi tahun 2016 yang bertujuan membatasi kekuasaan, dan aturan yang ditetapkan pun jelas: tidak ada Presiden FIFA yang boleh menjabat lebih dari tiga periode,” ucap Maduro.
”Upaya untuk menciptakan pengecualian atas aturan tersebut demi Tuan Infantino menunjukkan adanya penolakan terhadap prinsip pembatasan masa jabatan, sekaligus memperlihatkan bagaimana sebagian pihak di FIFA memandang aturan bukan sebagai ketentuan yang mengikat, melainkan sebagai hambatan yang harus disiasati,” lanjutnya.
FIFA belum memberikan tanggapan mengenai surat dari FairSquare tersebut pada Senin. FIFA telah menetapkan batas waktu hingga 18 November 2026 bagi bakal calon presiden FIFA untuk mengajukan diri.
Sejumlah federasi sepak bola telah menyatakan penolakan terhadap rencana penjualan saham Piala Dunia. Federasi sepak bola Eropa (UEFA), federasi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF), dan federasi sepak bola Asia (AFC) melalui surat terbuka menegaskan bahwa sepak bola bukan milik individu.
Perkembangan terbaru, Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (Scottish FA) Ian Maxwell mengatakan kepada BBC, Senin, bahwa federasinya tidak akan mendukung pemilihan kembali Infantino.
Sumber: Kompas.id

