Sebanyak 212 korban KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Dari jumlah tersebut, terdapat satu korban yang dilaporkan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin masih belum diketahui. Fokus saat ini masih proses evakuasi dan penanganan korban.
212 Korban KMP Putri Yasmin Dievakuasi
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menjelaskan, pihaknya awalnya menerima laporan bahwa terdapat 114 penumpang berada di KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok.
Jumlah tersebut berdasarkan data manifest penumpang dan belum termasuk awak kapal.
Dalam proses evakuasi, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal dan armada untuk mengevakuasi korban.
Armada tersebut yaitu KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, KMP Parama Kalyani, serta Kapal Yacht “No Comment” dan “Still Here”, Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Namun, berdasarkan data korban kebakaran KMP Putri Yasmin teranyar, total terdapat 212 orang yang telah dievakuasi.
“Total 212 orang,” kata Muhamad Hariyadi, Rabu (12/8/2026) malam, dilansir dari Kompas.com.
Satu Penumpang KMP Putri Yasmin Tewas
Dari jumlah tersebut, satu penumpang KMP Putri Yasmin meninggal dunia.
Korban tewas dievakuasi ke Pelabuhan Lembar bersama dua korban selamat.
Humas SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda membenarkan adanya korban meninggal dalam insiden tersebut.
“Korban atas nama Indah Dwi Septiani beralamat di asrama Brimob Gatep Ampenan, jenis kelamin perempuan, umur 19 tahun,” kata Lanang, dilansir dari Kompas.com.
Pencarian Korban Dilanjutkan
Hariyadi melanjutkan, tim SAR gabungan akan melanjutkan proses pencarian korban KMP Putri Yasmin pada Kamis (13/8/2026).
“Kita masih tetap melakukan pencarian karena golden time itu 3 hari,” katanya.
Satu Penumpang KMP Putri Yasmin Tewas
Dari jumlah tersebut, satu penumpang KMP Putri Yasmin meninggal dunia.
Korban tewas dievakuasi ke Pelabuhan Lembar bersama dua korban selamat.
Humas SAR Mataram I Gusti Lanang Wiswananda membenarkan adanya korban meninggal dalam insiden tersebut.
“Korban atas nama Indah Dwi Septiani beralamat di asrama Brimob Gatep Ampenan, jenis kelamin perempuan, umur 19 tahun,” kata Lanang, dilansir dari Kompas.com.
Pencarian Korban Dilanjutkan Hariyadi melanjutkan, tim SAR gabungan akan melanjutkan proses pencarian korban KMP Putri Yasmin pada Kamis (13/8/2026).
“Kita masih tetap melakukan pencarian karena golden time itu 3 hari,” katanya.
Namun, proses pencarian korban KMP Putri Yasmin menghadapi kendala kondisi perairan Selat Lombok.
Selama proses pencarian, tim SAR gabungan terkendala tingginya ombak dan arus yang kuat.
“Kondisi cuaca memang terpantau secara visual cerah tapi kondisi ombak di lapangan itu ombak setinggi 3-4 meter arus yang kuat, cukup menyulitkan,” imbuhnya.
Penyebab Kebakaran KMP Putri Yasmin Belum Diketahui
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi belum dapat memastikan penyebab terbakarnya KMP Putri Yasmin.
Pemerintah akan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelum mengambil kesimpulan terkait insiden tersebut.
“Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kecelakaan ini jadi evaluasi harus kami lakukan setelah kami mendapatkan seluruh hasil penyelidikan atau investigasi dilakukan oleh KNKT,” kata Dudy Purwagandhi di Pelabuhan Lembar, dilansir dari Kompas.com.
Dudy mengatakan, hingga saat ini belum dapat memastikan penyebab terbakarnya kapal tersebut. Menurut dia, KMP Putri Yasmin sebelumnya dinyatakan laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.
“Perlu kami sampaikan bahwa kapal ini itu laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada bulan Juni,” terang Dudy.
Dudy menekankan, prioritas saat ini adalah proses evakuasi korban yang dilakukan tim SAR gabungan. Proses pencarian dan evakuasi berlangsung di tengah kondisi perairan Lombok yang cukup kuat.
“Kami beri kesempatan KNKT untuk menyelidiki sebab musabab kejadian dari situ kita bisa melihat apa yang bisa kami perbaiki dan apa yang harus kami antisipasi ke depannya,” tukas Dudy.
Sumber: Kompas.com

