Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong melalui pernyataan tertulis, Senin (20/7/2026), mengumumkan Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim Muhammad Faishal Ibrahim mengundurkan diri dari semua jabatan politik. Pengunduran diri diambil setelah Faishal tersandung kasus percakapan tidak patut dengan seorang perempuan.
Dalam laman resmi Kantor Perdana Menteri Singapura, PM Wong melalui pernyataan tertulis mengatakan, Faishal dalam interaksinya dengan seorang perempuan ”tidak memenuhi” standar yang dipersyaratkan bagi seorang pejabat politik dan anggota parlemen.
Faishal, yang juga menjabat sebagai Menteri Negara Senior untuk Urusan Dalam Negeri Singapura, juga mengundurkan diri dari jabatan politiknya, yaitu dari posisinya sebagai anggota parlemen, dan dari keanggotaannya di Partai Aksi Rakyat (PAP). Dilansir dari Reuters, Faishal tercatat menjadi anggota parlemen sejak 2006. Ia kemudian menjadi menteri sementara yang bertanggung jawab atas urusan Muslim pada 2025.
”Masalah ini menjadi perhatian kami setelah sekitar sebulan yang lalu Kantor Perdana Menteri menerima surat elektronik (surel) dari seorang warga, perempuan, mengenai interaksinya dengan Associate Profesor Faishal,” tulis Wong.
Wong dalam pernyataannya meminta agar masalah yang melibatkan Faishal dan warga itu segera diselidiki. Baik Faishal ataupun perempuan itu sudah diwawancarai secara terpisah untuk mendapatkan keterangan masing-masing. ”Sebagian besar interaksi mereka terjadi melalui pesan daring. Mereka juga bertemu di sela-sela acara publik,” kata Wong.
Kedua pihak kemudian mengajukan tuduhan pelecehan terhadap satu sama lain. Masalah itu lantas dirujuk ke polisi yang menindaklanjuti dengan menyelidiki tuduhan itu.
”Setelah mempertimbangkan dengan cermat fakta dan keadaan dan setelah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung, dinilai bahwa tidak ada pelanggaran pidana yang dilakukan oleh kedua pihak,” kata Wong dalam pernyataan itu.
Menurut Wong, tidak akan ada tuntutan pidana atas mereka. ”Tetapi ada pertanyaan terpisah tentang apakah perilaku Associated Profesor Faishal memenuhi standar yang diharapkan dari seorang pemegang jabatan politik dan anggota parlemen,” demikian dinyatakan Wong.
”Setelah merenungkan masalah tersebut, Associated Profesor Faishal mengakui bahwa perilakunya tidak memenuhi standar tersebut, dan mengajukan pengunduran diri,” imbuh Wong.
Surat Faishal
Terpisah, Faishal memberi tahu PM Wong terkait pengunduran dirinya melalui sebuah surat bertanggal Senin (20/7/2026) dan diunggah di situs web Kantor Perdana Menteri. Surat kepada PM Wong itu tersebar luas di media.
Dalam suratnya Faishal memberi tahu PM Wong tentang keputusannya untuk mengundurkan diri dengan segera karena alasan pribadi. ”Situasi telah muncul yang melibatkan perilaku saya dengan seorang warga perempuan,” kata Associated Profesor Faishal, yang sudah menikah dan memiliki dua anak.
”Meskipun tidak ada hubungan fisik antara kami dan saya tidak bermaksud agar interaksi tersebut berkembang menjadi hubungan fisik, ada kesalahan penilaian di pihak saya dalam cara saya menangani interaksi tersebut, dan dalam kegagalan untuk menetapkan batasan yang lebih jelas pada tahap awal,” tulis Faishal.
Ia menambahkan, ia menyadari perilakunya tidak memenuhi standar yang diharapkan darinya dan tidak sesuai dengan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. ”Oleh karena itu, saya memutuskan bahwa sudah tepat bagi saya untuk mundur dari politik sehingga saya dapat mencurahkan waktu dan perhatian saya kepada keluarga saya,” tulis Faishal.
Ia mengucapkan terima kasih kepada PM Wong dan PAP atas dukungan dan persahabatan mereka.
Sementara Wong menanggapi, ia sedih Faishal meninggalkan politik dalam keadaan seperti ini. Dalam pernyataannya Wong menyampaikan penghargaan atas kontribusi Faishal di sepanjang karier politiknya.
Dalam catatan Wong, Faishal memberikan ”kontribusi signifikan dalam dua dekade pengabdian publik.” Ia juga berperan penting melalui inisiatif untuk memperkuat ketahanan masyarakat, mendukung rehabilitasi dan reintegrasi mantan narapidana, serta meningkatkan hasil bagi keluarga rentan.
”Ia telah bekerja keras sebagai anggota parlemen dan melayani warganya dengan tekun. Saya berterima kasih atas banyak kontribusinya,” tulis PM Wong.
Selanjutnya, menurut Wong, Menteri Negara Senior untuk Pertahanan dan Keberlanjutan serta Lingkungan Hidup Zaqy Mohamad akan diangkat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Urusan Muslim. Empat anggota parlemen lainnya di Marine Parade-Braddell Heights GRC akan terus melayani warga.
Kasus lain
Selain kasus Faishal, PAP juga pernah diguncang kasus yang melibatkan menteri dari partai berkuasa itu. Pada 2023, Menteri Transportasi saat itu, S Iswaran, diselidiki atas kasus korupsi.
Beberapa anggota parlemen senior mengundurkan diri karena masalah tersebut. Mantan Perdana Menteri Lee Hsien Loong saat itu mengatakan bahwa partainya tengah terpukul oleh serangkaian skandal.
Pada 2024, Iswaran mengaku bersalah atas tindakan menghalangi keadilan. Ia juga mengakui telah menerima hadiah senilai lebih dari 300.000 dolar AS. Ia kemudian dijatuhi hukuman 12 bulan penjara.
Pada 2025, beberapa menteri Singapura dan seorang anggota parlemen juga menjadi sorotan. Mereka menghadiri makan malam dengan seorang pelaku pencucian uang yang dihukum.
Sumber: Kompas.id

