Terminal Daya Makassar akan Jadi Pusat Logistik

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Terminal Makassar Metro mulai merancang transformasi besar Terminal Regional Daya yang selama ini dikenal sebagai terminal penumpang.

Kawasan akan dikembangkan menjadi pusat logistik dan terminal ekspedisi barang modern yang terintegrasi.

Langkah ini bukan sekadar mengubah fungsi terminal, tetapi menjadi strategi untuk mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin mengatakan pengembangan Terminal Daya merupakan arah baru perusahaan dalam membangun model bisnis yang lebih berkelanjutan.

“Ke depan kami merancang Terminal Regional Daya menjadi terminal ekspedisi atau terminal logistik. Sehingga tidak hanya sekadar naik turun penumpang,” kata Elber, Rabu (15/7/2027).

Luas lahan Terminal Regional Daya sekitar 12 hektare.

Namun, area yang digunakan untuk operasional terminal penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) baru berkisar satu hingga dua hektare.

Artinya, masih ada sekitar 10 hektare lahan yang dapat dikembangkan menjadi kawasan bisnis baru.

Mulai dari terminal logistik, pusat ekspedisi, hingga berbagai fasilitas penunjang yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan daerah.

Pengembangan juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dalam menata kawasan perkotaan dan mendukung pemberdayaan pelaku usaha. 

Nantinya, aktivitas perusahaan ekspedisi yang selama ini tersebar di sejumlah ruas jalan di utara Makassar akan dipusatkan di Terminal Daya.

Menurut Elber, kebijakan itu akan menciptakan kawasan logistik yang lebih tertata. Sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini dipicu aktivitas bongkar muat kendaraan ekspedisi di berbagai titik.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan model bisnis baru Perumda Terminal Makassar Metro yang tidak hanya mengandalkan layanan terminal penumpang.

Tetapi juga berkembang sebagai pusat logistik, investasi, dan kawasan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

Menurut Elber, potensi bisnis terminal logistik sangat menjanjikan karena masih menjadi salah satu sektor usaha yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai core business Perumda Terminal Makassar Metro.

Relokasi Pelaku Usaha Tahun Ini

Perumda Terminal Makassar Metro mulai sosialisasi kepada asosiasi perusahaan ekspedisi.

Selanjutnya, sosialisasi akan diperluas kepada para pelaku usaha dengan melibatkan pemerintah kecamatan agar proses relokasi berjalan bertahap dan kolaboratif.

Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin mengatakan pihaknya menargetkan proses relokasi perusahaan ekspedisi mulai berjalan 2026. 

Para pelaku usaha nantinya akan memanfaatkan kios maupun lahan yang disediakan melalui skema sewa disertai sistem retribusi sesuai regulasi yang berlaku.

Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan proyek investasi lain berupa pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) beserta fasilitas pendukung di area depan Terminal Daya.

Menurut Elber, sudah ada investor yang menyatakan minat untuk mengembangkan proyek tersebut.

Di sisi kelembagaan, Perumda juga tengah mempersiapkan transformasi status badan usaha menjadi Perseroan Daerah (Perseroda).

Perubahan ini ditargetkan rampung pada 2027-2028 agar perusahaan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menarik investasi, memperluas kerja sama bisnis, serta meningkatkan daya saing.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *