Kone Patah Kaki, Hati Kanada Tak Patah

Hanya tujuh menit setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-57, gelandang Kanada, Nathan Saliba, mencetak sejarah lewat gol pertamanya ke gawang Qatar pada laga lanjutan Piala Dunia Grup B di BC Place Vancouver, Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Gol pada menit ke-64 itu juga tercatat sebagai gol tendangan bebas pertama di Piala Dunia 2026.

Namun, ketimbang merayakannya berlebihan, Saliba lantas mendatangi bangku cadangan. Dia mengambil dan mengangkat jersei bernomor 8 milik Ismael Kone, rekan setim yang ia gantikan karena diduga cedera patah kaki. Sikap Saliba menjadi bukti kepedulian lebih penting ketimbang sebuah gol.

Kone keluar lapangan pada menit ke-51 setelah tekel ceroboh gelandang Qatar, Assim Madibo. Akibatnya, Kone diduga patah tulang betis dan tulang kering. Madibo diganjar kartu merah.

Seperti tahu cara menenangkan pendukungnya, Kone tetap tegar. Meski ditandu, menggunakan pelindung kaki dan diberi alat bantu oksigen saat keluar lapangan, ia menyempatkan menyapa ribuan suporter Kanada yang serentak menggemakan namanya.

Kone mengangkat jempol ke udara dan dibalas lewat teriakan dukungan dan simpati suporter kepadanya.

Laga untuk Kone

Dalam jumpa pers seusai laga yang berakhir 6-0 untuk kemenangan Kanada dan diwarnai dua kartu merah Qatar, Pelatih Kanada Jesse Marsch mengatakan, Kone sudah berada di rumah sakit. Ditemani ibunya, Kone bersiap untuk operasi.

”Saya akan menemuinya setelah konferensi pers ini. Kita akan lihat apa yang akan kita putuskan untuknya,” kata Marsch.

Marsch tidak memungkiri kejadian ini memengaruhi kondisi tim. Selama ini, Kone adalah bagian penting. Apalagi, tekel parah itu terjadi begitu dekat dengan bangku cadangan Kanada.

”Itu tepat di depan kami, dan semua orang bisa mendengar tulang patah,” kata Marsch yang mengatakan kejadian itu mengingatkannya pada saat Tajon Buchanan, pemain Kanada lainnya, cedera serupa pada 2024.

”Semua orang hancur ketika itu terjadi, tetapi kami harus menemukan cara untuk tetap fokus. Kami tahu bahwa Ismael ingin kami menyelesaikan pekerjaan ini.”

Ditanya pendapatnya tentang tekel itu, Marsch mengatakan, tidak menyalahkan Madibo atas kejadian itu. Apalagi, mengutip ucapan Kone, Madibo sudah datang ke ruang ganti dan meminta maaf. Kone pun memaafkan Madibo.

”Saya rasa dia tidak bermaksud melakukan tekel yang begitu buruk, jadi saya tidak menyalahkannya untuk itu,” katanya.

Jika melihat gesturnya di lapangan, Madibo memang terlihat sangat menyesali ulahnya. Kamera menangkap momen Madibo langsung memegang kepala saat tahu Kone patah kaki, bahkan hingga pemain Kanada, Richie Laryea, memarahinya.

Dia juga hanya mengangkat kedua tangan saat meninggalkan lapangan sambil menangis tanpa melakukan protes terhadap kartu merahnya.

Simpati

Selepas peluit akhir dibunyikan, satu per satu simpati untuk Kone mengalir. Bek Kanada, Alistair Johnston, mengatakan kejadian itu sangat menyakitkan baik bagi Kone maupun tim.

Selain menjadi salah satu elemen penting tim, Johnston mengatakan Kone adalah anak yang sangat mencintai sepak bola. Cedera panjang jelas rentan membuatnya frustrasi.

”Menurut saya, sangat tidak perlu melihat seseorang harus cedera karena tekel yang tidak perlu. Itu hanya membuat frustrasi,” katanya.

Kiper Kanada Maxime Crepeau juga bertindak cepat.

Lima menit setelah Kone mengalami cedera, Crepeau terlihat menenangkan rekan-rekan setimnya yang terpukul. Salah satunya adalah bek muda Luc de Fougerolles yang tampak kesulitan menyembunyikan emosinya.

Crepeau pernah ada di posisi Kone. Pada final Piala MLS 2022 bersama Los Angeles FC, ia patah kaki kanan setelah bertabrakan dengan pemain Philadelphia Union saat berusaha menghalau serangan. Cedera tersebut memaksanya melewatkan Piala Dunia 2022.

Pengalaman itulah yang membuat Crepeau tahu apa yang sedang dihadapi Kone. Ia memahami rasa sakit, ketidakpastian, dan panjangnya proses rehabilitasi yang menanti gelandang Kanada tersebut.

Namun, Crepeau juga menjadi bukti bahwa karier tidak berakhir karena cedera mengerikan. Setelah absen pada Piala Dunia 2022, ia akhirnya mencatatkan debutnya di panggung tersebut saat Kanada menghadapi Bosnia-Herzegovina pekan lalu.

Karena itu, di tengah kepanikan yang menyelimuti tim, Crepeau mengambil peran sebagai penenang. Ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa mereka masih memiliki tugas yang harus diselesaikan untuk Kone.

”Setiap pemain merasakan emosi dengan caranya masing-masing, dan kami melewati emosi itu saat itu,” kata Crepeau.

”Sulit diungkapkan dengan kata-kata, tetapi itu adalah momen untuk mengatakan, ’Hei, kamu tidak sendirian. Aku pernah merasakan hal yang sama sepertimu. Namun, kita masih memiliki tugas yang harus diselesaikan untuknya’,” katanya.

Jonathan David, pencetak tiga gol atau setengah dari kemenangan Kanada, juga tidak antusias merayakan gelar pemain terbaik dalam laga itu. Dia merasa tidak pantas menikmati sorotan saat rekannya menderita cedera parah.

”Dia sangat berarti bagi tim ini,” kata David. ”Jika Anda (menanyakan) pertanyaan yang sama kepada siapa pun di tim ini, mereka akan mengatakan hal yang sama. Saya bahkan tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Dia adalah seseorang yang sangat kami cintai.”

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *