Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar terus menggencarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kebakaran kepada tokoh masyarakat serta RT/RW sebagai upaya pencegahan dan penanganan dini kebakaran di wilayah kota.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyambangi kantor-kantor kecamatan di Kota Makassar serta menghadirkan tokoh masyarakat dari setiap kelurahan. Sebagian besar peserta yang hadir merupakan ketua RT dan RW.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan program ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait bahaya kebakaran serta cara penanganan awal di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi dasar mengenai kebakaran, mulai dari pengenalan sifat api, faktor-faktor penyebab kebakaran, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing.
“Dalam kegiatan tersebut diajarkan terkait pelatihan pemadaman menggunakan tabung APAR dan pengetahuan tentang kebakaran serta pencegahannya,” ujar Fadli, Kamis (18/6).
Selain materi teori, peserta juga mendapatkan pelatihan praktik penanganan awal kebakaran.
Simulasi dilakukan dengan metode sederhana hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), agar peserta dapat memahami cara bertindak saat menghadapi kondisi darurat.
Fadli menjelaskan, upaya pemadaman awal juga dapat dilakukan menggunakan alat tradisional seperti kain atau karung basah sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak panik saat menghadapi kebakaran.
“Pencegahan bisa dilakukan menggunakan alat tradisional seperti kain atau karung basah maupun alat modern seperti APAR,” jelasnya.
Hingga saat ini, kegiatan sosialisasi telah menjangkau lima kecamatan di Kota Makassar, yakni Mamajang, Ujung Pandang, Makassar, Bontoala, dan Ujung Tanah.
Program tersebut akan terus dilanjutkan hingga mencakup seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar.
“Semua kecamatan akan kami kunjungi,” tegas Fadli.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih siap dalam melakukan pencegahan kebakaran serta mampu mengambil langkah awal sebelum bantuan petugas tiba di lokasi.
Mengingat, kebakaran dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 86 kejadian kebakaran terjadi di wilayah tersebut.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan digencarkannya sosialisasi secara berkelanjutan.
Fadli juga mengimbau para tokoh masyarakat, khususnya RT dan RW, agar turut berperan dalam mengawasi wilayah masing-masing, terutama kawasan yang rawan kebakaran seperti permukiman padat dengan bangunan semi permanen serta lahan kosong yang dipenuhi alang-alang atau sampah.
“Bagi RT/RW dan tokoh masyarakat, ikut mengawasi wilayah masing-masing terutama titik, lahan, atau permukiman yang rawan terhadap bahaya kebakaran,” ujarnya.
Ia menegaskan upaya pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pemadam Kebakaran, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Sumber: Tribunnews.com

