Korsel Bangkit Kalahkan Ceko, Jersei Robek Jadi Sorotan

Korea Selatan menjadi wakil pertama Asia yang meraih kemenangan di Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ceko, 2-1, di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko, yang tampak minim penonton, Jumat (12/6/2026) waktu Indonesia.

Kemenangan ”Kesatria Taeguk” berlangsung dramatis. Mereka tertinggal lebih dulu melalui gol Ladislav Krejci pada menit ke-59. Tak mau menyerah, Korsel justru membalikkan keadaan lewat gol Hwang In-beom pada menit ke-67 dan Oh Hyeon-gyu pada menit ke-80.

Namun, selain hasil pertandingan, laga Grup A ini juga diwarnai sejumlah sorotan lain. Selain stadion yang lengang, muncul kejadian robeknya jersei pemain Ceko.

Insiden tersebut terjadi pada menit ke-25 ketika bek Korsel, Lee Han-beom, berupaya menghentikan pergerakan gelandang Ceko, Pavel Sulc, dengan menarik bagian jerseinya.

Breet.…

Jersei putih Sulc, pemain terbaik Ceko 2025, itu pun robek di bagian belakang kanan punggungnya.

Wasit Amin Mohamed kemudian menghentikan permainan dan meminta Sulc mengganti pakaian. Han-beom hanya diganjar pelanggaran tanpa kartu pascakejadian itu.

Kejadian di Euro 2016

Hal itu dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial. Warganet mempertanyakan ketahanan jersei buatan Puma itu. Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Puma.

Peristiwa ini menambah daftar insiden serupa yang pernah terjadi dalam kompetisi besar. Salah satu yang diingat saat Euro 2016. Kala itu, jersei Puma dikenakan sejumlah pemain Swiss dalam laga melawan Perancis di Stadion Pierre-Mauroy, Lille, 19 Juni.

Mengutip laporan Associated Press, peristiwa itu dialami Breel Embolo, Granit Xhaka, dan Admir Mehmedi. Mehmedi dua kali mengalami kerusakan jersei.

”Kami mengalami beberapa masalah dengan jersei,” ujar Embolo kala itu.

Sementara itu, penyerang Swiss, Xherdan Shaqiri, melontarkan komentar bernada humor terkait kejadian tersebut. Dikutip dari ESPN, dia menyebut agar Puma tidak memproduksi kondom.

Klarifikasi

Menanggapi hal itu, Puma menyatakan, masalah tersebut berasal dari satu batch material yang mengalami kerusakan benang selama proses produksi. Dikutip dari The Guardian, kondisi itu dapat terjadi apabila kombinasi panas, tekanan, dan waktu tidak dikontrol secara tepat dalam pembuatan.

”Material yang cacat hanya digunakan dalam sejumlah kecil jersei kandang Swiss,” demikian pernyataan Puma, yang menambahkan bahwa jersei ACTV dirancang dengan bahan elastane dan poliester untuk mendukung kenyamanan otot serta sirkulasi udara.

Selain jersei, dalam laga yang sama, bola resmi ”Beau Jeu” buatan Adidas juga pecah setelah terkena sepakan Valon Behrami dan bersentuhan dengan sepatu Antoine Griezmann.

Adidas saat itu menyatakan, Beau Jeu merupakan bola yang telah melalui pengujian ketat dan insiden tersebut merupakan kejadian yang sangat jarang terjadi.

Meski banyak kursi kosong terlihat saat laga berlangsung, setidaknya kasus baju sobek tetap membuat laga Korsel vs Ceko itu viral di media sosial.

Sumber: Kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *