196 Penyanyi Gerejawi Sulsel Pamit ke Wagub dan Kemenag buat Berlaga di Pesparawi XIV Manokwari

Sebanyak 196 penyanyi gereja di Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (10/6/2026), pamitan ke otoritas l Kementerian Agama Kota Makassar sebelum bertolak ke Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat.

Sehari sebelumnya, ke-182 penyanyi rohani ini juga pamit dan minta restu ke Wakil Gubernur Sulsel Hj Fatmawati Rusdi.

Sesi pamit restu ini sebelum mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV  2026 di kawasan pertama Injil disebarkan di Tanah Papua, akhir pekan ini. 

Kompetisi bergengsi ini bakal mempertemukan kontingen dari 38 provinsi di seluruh Nusantara.

Kompetisi skala nasional ini dijadwalkan dibuka Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Nasruddin Umar mulai 18–28 Juni 2026.

Wakil Gubernur dan Kepala Kantor Kementerian Agam Sulsel Dr HM Ali Yafid, dijadwalkan juga berangkat ke sesi pembukaan seremoni song choirs festival tiga tahunan.

Laiknya MTQ, Pesta Paduan Suara Gerejawi adalah semacam festival keagamaan Kristen Protestan Indonesia di bidang musik gerejawi.

Pesparawi tingkat nasional diselenggarakan pertama kali oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama di Jakarta tahun 1983. 

Pesperawi diklaim salah satu event song choirs church festival terbesar di dunia setelah world choirs games.

Kini, tanggung jawab penyelenggaraan Pesparawi dipegang Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) dan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) di timgkat provinsi dan kabupaten/kota.

Ketua LPPD Sulsel, Pdt. Adrie O. Massie, merincikan kontingen Sulsel talenta-talenta terpilih dari lima daerah di Sulsel.

Kelima daerah asal itu adalah Kota Makassar, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Timur, Tana Toraja, hingga Toraja Utara.

“Mereka  siap tempur di 12 kategori lomba Pesparawi Nasional XIV di Manokwari,” kata Pendeta Adie.

Dalam audiensi dengan wakil gubernur, LPPD Sulsel memaparkan kesiapan dan kematangan kontingen Sulsel.

Nakhoda LPPD optimistis bisa menjadi kandidat juara.

Kontingen Sulsel memiliki rekam jejak emas dan reputasi mentereng di pagelaran Pesparawi nasional dalam dua dekade terakhir.

“KIta selalu jadi tim yang disegani dan diperhitungkan di panggung Pesparawi. Pada edisi lalu, kami sukses merebut predikat Juara Umum (Champion) beserta rentetan penghargaan bergengsi lainnya. Tahun ini, target kami adalah kembali mengukir sejarah manis,” kata Pendeta Adie dalam rilis kepada Tribun-Timur.com.

Beberapa nomor andalan dan lumbung medali Sulsel di antaranya;  kategori Solo, Musik Gerejawi, dan Paduan Suara Campuran Dewasa.

Tiga nomor ini  punya tradisi kuat mendominasi podium juara nasional.

Saat audiens dengan Kepala Kantor Kemenag Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag, di Jl Rappocini, Makassar, panitia membawa dua bintang soloist; Janette Kirana Ratu Ramba serta serta Catherine Theresia Korompis.

Mereka menampilkan kemampuannya di depan otoritas keagamaan kota.

Keduanya ditarget bisa bersinar di kategori solo anak usia 7–10 tahun,  kategori solo remaja usia 11–15 tahun. 

Kehadiran duo perwakilan Makassar ini semakin menggenapi formasi tempur Kontingen Pesparawi Sulsel yang berkekuatan 196 personel, dengan target besar: menyapu bersih gelar juara di semua kategori lomba.

Di momen itu hadir antara lain, Panitia Pemberangkatan Kontingen Sulsel, serta para pengurus LPPD Kota Makassar dan Provinsi Sulsel.

Tampak hadir Ketua LPPD Makassar, Mesakh Rantepadang, Penyelenggara Kristen Kemenag Makassar, Merpati Sampe Liling, beserta tim pelatih, official, dan pendamping.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *