Penulis skenario Perfect Crown, Yoo Ji Won akhirnya mengeluarkan permintaan maaf resmi terkait kontroversi keakuratan sejarah drama Korea tersebut.
Pada tanggal 19 Mei 2026, permintaan maaf itu diunggah di situs web resmi drama MBC, yang menjadi rumah bagi Perfect Crown.
Penulis menjelaskan bahwa ia menunda memberikan pernyataan karena khawatir kata-katanya akan menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih besar.
Namun, ia mengakui bahwa penundaan itu sendiri telah menyebabkan frustrasi lebih lanjut.
“Saya dengan tulus meminta maaf karena telah mengecewakan dan membuat khawatir para penonton karena kontroversi seputar keakuratan sejarah acara tersebut,” tulis Yoo.
“Saya berhati-hati, khawatir bahwa berbicara terus terang dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang lebih besar, dan, sebagai akibatnya, butuh waktu bagi saya untuk membuat pernyataan ini. Saya meminta maaf karena telah menyebabkan lebih banyak masalah bagi banyak orang sebagai akibatnya,” sambungnya.
Dalam permintaan maaf tersebut, Yoo menanggapi kontroversi seputar penggambaran adat istiadat kerajaan Joseon dalam drama tersebut dan latar belakang monarki konstitusional modern fiktifnya.
Ia menyatakan bahwa serial ini didasarkan pada premis imajiner bahwa keluarga kerajaan Joseon terus berlanjut hingga era modern.
Namun, penulis mengakui bahwa serial ini kurang riset dan verifikasi sejarah yang memadai.
“Perfect Crown adalah serial fantasi romantis yang berlatar di sebuah monarki konstitusional fiktif. Dengan premis imajiner bahwa keluarga kerajaan Joseon telah berlanjut dengan kuat hingga zaman modern,” jelasnya.
“Saya ingin menunjukkan tradisi dan keindahan kita. Namun, dalam proses menerapkan etiket Joseon ke zaman modern dan menggambarkan keluarga kerajaan modern fiktif, saya kurang melakukan riset mendalam dan verifikasi sejarah,” sambungnya.
Ia juga menjelaskan tentang kontroversi manik berjumlah sembilan yang digunakan Byeon Woo Seok di drama.
“Secara khusus, mahkota sembilan manik yang digunakan selama upacara penobatan dan adegan di mana orang-orang meneriakkan “cheonse” adalah poin-poin yang dikritik,” tulisnya.
“Itu adalah kesalahan saya karena gagal mempertimbangkan dengan cermat konteks sejarah yang seharusnya diperiksa saat menerapkan ritual Joseon ke dalam konteks modern,” lanjutnya.
Penulis menambahkan bahwa dia menanggapi semua kritik dari penonton dengan serius dan kembali meminta maaf kepada mereka yang merasa tersinggung
“Sekali lagi, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang merasa sakit hati karena kurangnya pertimbangan yang mendalam dari saya,” tulisnya.
Permintaan maaf kru, penulis dan pemeran utama tak meredam kemarahan
Respons netizen Korea
Terlepas dari permintaan maaf tersebut, banyak netizen Korea tetap tidak yakin. Alih-alih menerima pernyataan itu, banyak yang berpendapat bahwa penulis telah mereduksi kontroversi tersebut menjadi masalah “akurasi sejarah” padahal mereka percaya bahwa masalahnya jauh lebih besar.
Sebagian orang merasa permintaan maaf tersebut gagal mengidentifikasi inti permasalahan, sementara yang lain menuduh penulis meremehkan reaksi negatif dengan hanya menyebutkan beberapa adegan kontroversial.
“Permintaan maaf ini justru membuat seolah-olah mereka tidak tahu apa masalah sebenarnya,” tulis netizen Korea.
“Ini distorsi sejarah, maksudmu apa?” tulis yang lain.
“Bukan cuma satu adegan yang jadi masalah kan? Dari episode satu sampai episode akhir,” tulis lain berkomentar.
“Jadi mereka pikir satu-satunya masalah keakuratan sejarah adalah mahkota sembilan manik-manik dan teriakan ‘cheonse’..” kata yang lain.
Permintaan penghapusan drama
Banyaknya kontroversi terhadap drama tersebut membuat penonton Korea berulang kali meminta agar drama Perfect Crown dihapus sepenuhnya.
Banyak komentator menggunakan kata Korea untuk “membuang,” yang dalam konteks ini, mengandung makna menuntut agar acara tersebut dihapus dan dikeluarkan dari peredaran sepenuhnya.
Beberapa netizen juga menunjuk pada produk komersial terkait acara tersebut, termasuk buku naskah dan novelisasinya, mempertanyakan apakah permintaan maaf saja sudah cukup.
“Jadi, Anda bisa menjual buku naskah, meluncurkan novel, lalu hanya meminta maaf? Tarik kembali semuanya,” tulis netizen.
“Serius, hapus saja,” tulis yang lain.
“Mari singkirkan itu,” kata yang lain.
Sumber: kompas.com

