Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin membuka peluang kerja sama pengembangan transportasi umum massal di Makassar.
Kerja sama itu mencuat dalam audiensi antar PT Sinar Jaya Megah Langgeng di Balaikota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Makassar, Senin (18/5).
Audiensi yang dipimpin Direktur Utama PT Sinar Jaya Megah Langgeng, Teddy Rusly ini membahas rencana pengembangan sistem angkutan umum massal melalui skema Buy The Service (BTS).
Munafri mengatakan kebutuhan transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi mendesak di Makassar. Menurutnya sistem transportasi massal penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.
Ia menilai penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu penyebab kemacetan di kota. Makassar membutuhkan moda tramnsportasi yang mampu menghubungkan titik-titik aktivutas utama.
Fokus utama diarahkan pada kawasan pendidikan dan jalur komersial. Ia mencontohkan koridor transportasi dari Terminal Daya hingga Malengkeri.
Jalur tersebut dinilai strategis karena melewati sejumlah kampus besar. Yakni Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan Universitas Cokroaminoto Makassar.
Politisi Golkar ini menilai jalur tersebut memiliki potensi besar karena aktivitas mahasiswa yang tinggi. Ia menyebut koridor itu sebagai jalur hidup yang layak dikembangkan sebagai rute transportasi massal.
Mantan Bos PSM itu juga menekankan pentingnya integrasi dengan moda transportasi yang sudah ada. Seperti angkutan umum lokal atau pete-pete yang saat ini masih menjadi pilihan masyarakat.
Pola tarnsportasi di Makassar saat ini belum tertata dengan baik. Angkutan umum seharusnya berfungsi sebagai feeder, bukan moda utama.
Kondisi tersebut membuat masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Peralihan itu memperparah kemacetan di sejumlah ruas.
Sumber: Harian Tribun Timur, 19 Mei 2026

