Sebulan menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, situasi semakin tidak menentu. Tingginya harga tiket juga menjadi perhatian para penggemar sepak bola dunia. Harga tiket termahal dalam final Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, AS, mencapai 32.970 dolar AS (sekitar Rp 580 juta).
Sebagai perbandingan, harga tiket termahal dalam final Piala Dunia 2022 yang digelar di Qatar adalah 1.600 dolar AS (Rp 28 juta).
Organisasi Fans Sepak Bola Eropa (FSE) menyebut harga tiket Piala Dunia 2026 sebagai pemerasan dan pengkhianatan terhadap para penggemar setia. Banyak penggemar sepak bola Eropa tidak mampu membeli tiket tersebut.
Sementara itu, FIFA berharap dapat meraup penghasilan 13 miliar dolar AS dari penjualan tiket laga Piala Dunia. Turnamen akan dibuka dengan pertandingan perdana di Estadio Azteca, Mexico City, 11 Juni 2026, antara tuan rumah Meksiko dan kesebelasan Afrika Selatan.
Pertandingan final tersebut digelar di Stadion MetLife, New Jersey, yang berkapasitas 82.500 penonton.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyalahkan adanya pesimisme terhadap pelaksanaan Piala Dunia ke-23 karena pemberitaan negatif media massa. ”Kalau kita mau jujur, tidak ada hal yang negatif dari persiapan dan penyelenggaraan piala dunia kali ini,” kata Infantino.
Infantino menyebut harga tiket menonton pertandingan Piala Dunia 2026 masih terjangkau karena sebagian besar pertandingan (78 kali dari 104 laga) digelar di Amerika Serikat. Harga tersebut sesuai dengan standar di Amerika Serikat.
”Kita sudah meninjau pasar. AS adalah pasar dunia hiburan paling maju di dunia. Kita melakukan pemasaran sesuai nilai pasar di AS,” kata Infantino.
FIFA mengklaim ada 500 juta permintaan tiket dibandingkan dengan 50 juta permintaan tiket dalam turnamen Piala Dunia 2018 dan 2022.
Meski diklaim penjualan tiket laris manis, banyak karcis untuk sejumlah pertandingan, termasuk tanding perdana AS versus Paraguay di kota Los Angeles, 12 Juni 2026, masih banyak yang belum laku.
Presiden AS Donald Trump mendukung langkah-langkah Infantino dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Namun, dia juga terkejut mengetahui besaran harga tiket pertandingan perdana AS-Paraguay yang mencapai 1.000 dolar AS.
”Kalau ditanyakan ke saya harga tersebut, saya tidak akan membayar tiket menonton sepak bola sampai 1.000 dolar AS,” ujar Trump.
Kesebelasan Iran
Untuk pertama kali Piala Dunia FIFA digelar di tiga negara dan melibatkan kesebelasan dari 48 negara, termasuk kesebelasan nasional Iran. Iran kini sedang berjuang membalas serangan dan tekanan militer AS-Israel.
Presiden Trump sempat mengecam kehadiran kesebelasan Iran. Mula-mula Trump mendorong Iran mundur dari kompetisi Piala Dunia. ”Demi keselamatan nyawa dan keamanan mereka,” kata Trump.
Akan tetapi, Direktur FIFA Infantino menolak gagasan mundurnya Iran ataupun memindahkan Iran agar bertanding di Meksiko.
”Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” kata Infantino dalam Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, 30 April 2026.
”Iran juga akan bertanding di Amerika Serikat,” kata Infantino.
Trump yang sedang berusaha menyatukan kembali masyarakat AS yang terbelah akibat berbagai langkah kontroversial di dalam dan luar negeri akhirnya sepakat atas langkah Infantino membuka kesempatan Iran bertanding dalam Piala Dunia 2026.
Trump di dalam negeri berusaha mencari dukungan menjelang pemilihan umum sela November 2026 yang akan menentukan dirinya tetap berkuasa atau tersisih jika Kongres dan Senat dikuasai oleh kubu Demokrat.
Semula Piala Dunia 2026 diharapkan menjadi ajang bersatunya masyarakat AS. Ajang Piala Dunia juga diharapkan bisa memperkuat hubungan erat dengan Kanada dan Meksiko.
Namun, sejak Trump kembali berkuasa pada Januari 2025, perseteruan dan ketegangan timbul. Trump berulang kali menggagas Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS. Pemerintahan Trump juga melancarkan perang dagang terhadap Kanada dan Meksiko.
Di sisi lain, pada Februari 2026, kartel narkoba CJNG di Meksiko melancarkan serangan bersenjata serempak di seluruh Meksiko. Hal itu menimbulkan kekhawatiran gangguan keamanan pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Lembaga HAM Human Rights Watch memperingatkan, ajang Piala Dunia 2026 juga bakal menimbulkan rasa takut jika Trump terus memburu imigran, unjuk rasa terjadi, dan kebebasan pers terancam. Amnesty International bahkan memperingatkan, Piala Dunia bisa saja dijadikan ajang represi AS.
Sumber: kompas.id

