Susul PSBS Biak, Semen Padang FC Terdegradasi ke Liga Championship

Menyusul PSBS Biak, Semen Padang FC terdegradasi ke Liga Championship seusai kalah 1-0 dari Dewa United, Minggu (3/5/2026) malam. Meski masih ada tiga pertandingan BRI Super League 2025-2026 yang tersisa, perolehan poin tim ”Kabau Sirah” tidak cukup untuk melampaui para pesaing.

Pertandingan pekan ke-31 Liga Super melawan Dewa United di Stadion Internasional Banten merupakan laga penentuan bagi Semen Padang. Kekalahan pada laga ini memastikan tim kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu turun ke liga kasta kedua. 

Noah Sadaoui menjadi satu-satunya pencetak gol pada pertandingan ini. Pemain asal Maroko itu mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-31. Adapun Semen Padang yang tertekan oleh Dewa United tak dapat membalas.

”Secara hasil, kami kalah. Namun, secara permainan, saya bangga dengan para pemain. Dalam situasi apa pun, mereka bisa berjuang sampai akhir. Ada beberapa peluang yang harusnya menjadi gol, tetapi inilah sepak bola,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC Imran Nahumarury seusai pertandingan, Minggu malam.

Pada pertandingan ini, Dewa United mendominasi jalannya pertandingan. Laman ileague.id mencatat, penguasaan bola Dewa mencapai 64 persen. Namun, permainan Dewa tidak efektif karena hanya mampu melesakkan tiga tembakan tepat sasaran dari total delapan tembakan. 

Hal tersebut tidak terlepas dari permainan defensif Semen Padang. Meski kalah, lini pertahanan tim tamu relatif dapat mementahkan serangan dari Dewa. Dari skema serangan balik, Semen Padang dapat melepaskan enam tembakan tepat sasaran dari total sembilan tembakan. Sayangnya, penyelesaian akhir Semen Padang tidak klinis.

Dewa United menekan sejak awal pertandingan. Serangan bertubi-tubi dilancarkan. Meski berulang kali dimentahkan Semen Padang, Dewa dapat mencetak gol pada menit ke-31 melalui sundulan Noah Sadaoui.

Gol bermula dari pergerakan Johnathan Carlos menerima umpan di sisi kiri pertahanan Semen Padang. Bek kanan asal Brasil itu kemudian melepaskan umpan lambung ke depan gawang yang gagal dicegah oleh bek Jaime Giraldo. Noah yang tak terkawal di dalam kotak penalti menyundul keras bola ke dalam gawang.

Semen Padang yang tertekan sempat mengancam lewat serangan balik pada menit ke-47 melalai Diego Mauricio. Dari sisi kanan pertahanan Dewa, penyerang asal Brasil itu melepaskan tembakan melengkung ke arah gawang. Namun, bola dapat ditepis oleh kiper Sonny Stevens. 

”Permainan berjalan sulit seperti biasanya karena kami tidak mendapatkan tiga poin. Ada sedikit frustrasi setelah pertandingan ini karena saya pikir kami seharusnya bisa mencetak 1 atau 2 gol. Namun, apa yang terjadi sudah terjadi. Kami tetap berjuang hingga akhir,” kata Ravy Tsouka, bek kanan Semen Padang FC.

Imran menyebut, dari awal, ia memprediksi pertandingan tidak akan berjalan mudah. Ia tahu kualitas Dewa yang punya skuad mewah. Kualitas pemain inti dan cadangan Dewa relatif sama. Maka, ia mengantisipasinya dengan tampil bertahan melalui skema lima bek. ”Dengan tidak kebobolan banyak gol, bagi saya sudah sangat baik,” katanya. 

Meski disebut tampil baik, Semen Padang tak dapat menghindari kekalahan yang membawa mereka turun kasta. Semen Padang kini berada pada posisi ke-17 dari 18 tim di klasemen sementara.

Tim Kabau Sirah baru mengumpulkan 20 poin hasil lima kemenangan, 5 imbang, dan 21 kekalahan. Klub itu hanya unggul dua poin dari PSBS Biak yang berada di posisi terakhir dan telah terlebih dahulu terdegradasi.

Perolehan 20 poin itu tidak cukup bagi Semen Padang untuk mengejar para pesaing papan bawah lainnya meskipun mampu menyapu bersih kemenangan pada tiga laga terakhir. Sebab, Madura United yang berada di posisi ke-15, zona aman terakhir, telah mengumpulkan 29 poin dan masih menyisakan empat pertandingan.

Jika pun dapat menyamai poin Madura di akhir klasemen, Semen Padang kalah head to head dari klub tersebut. Dalam dua pertandingan Liga Super musim ini, Semen Padang kalah 5-1 dan 0-1 dari Madura.

Imran mengatakan, ia dan para pemain akan berjuang sampai akhir meski sudah pasti terdegradasi. ”Apa pun kondisinya, saya tidak mau menyerah. Masih ada tanggung jawab tiga pertandingan lagi walaupun berat. Tanggung jawab pemain profesional itu dia harus bermain sampai (kompetisi) selesai,” kata Imran.

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *