Stadion Sudiang Makassar Masuk Tahap Fondasi, Kualitas dan Waktu Harus Dijaga Ketat

Pembangunan Stadion Sudiang Makassar kini memasuki tahap krusial, yakni pengerjaan fondasi tribun penonton.

Proyek strategis nasional ini menggunakan anggaran APBN dengan nilai pagu mencapai sekitar Rp674,9 miliar dan dikerjakan secara multiyears hingga 2027.

Tender proyek tersebut dimenangkan oleh PT Waskita Karya. Nilai penawaran sekitar Rp637,1 miliar setelah melalui proses seleksi yang diikuti enam perusahaan konstruksi.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menegaskan proyek besar ini harus dikawal ketat sejak tahap awal, terutama pada pembangunan fondasi yang kini tengah berjalan.

“Ini proyek besar dengan anggaran negara. Tahap fondasi tidak boleh main-main, karena di situlah penentu kualitas stadion ke depan,” kata Andi Iwan kepada wartawan Sabtu (25/4/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian PUPR, Komisi V menaruh perhatian serius terhadap kualitas konstruksi.

Ia mengingatkan agar seluruh pekerjaan mengikuti spesifikasi teknis, mulai dari material hingga metode kerja di lapangan.

Menurutnya, pengalaman banyak proyek infrastruktur menunjukkan masalah justru sering muncul dari tahap awal yang kurang diawasi secara detail.

“Kalau dari awal sudah tidak sesuai standar, dampaknya bisa panjang. Kita tidak ingin stadion ini nanti bermasalah setelah digunakan,” katanya.

Selain kualitas, ia juga menyoroti pentingnya disiplin waktu pengerjaan.

Proyek dengan skema tahun jamak seperti Stadion Sudiang rawan mengalami keterlambatan jika tidak dikelola dengan baik.

“Manajemen waktu harus jelas. Jangan sampai molor, karena ini menyangkut kepercayaan publik terhadap proyek APBN,” tegasnya.

Dari sisi anggaran, Andi Iwan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.

Ia memastikan Komisi V akan menjalankan fungsi pengawasan agar setiap rupiah digunakan secara tepat.

“Ini uang rakyat. Harus dijaga agar tidak ada pemborosan dan hasilnya benar-benar berkualitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan stadion berkapasitas sekitar 27 ribu penonton ini benar-benar memenuhi standar internasional, baik dari sisi keamanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung.

Tak kalah penting, aspek lingkungan dan konektivitas kawasan juga harus diperhatikan sejak awal. Menurutnya, stadion tidak boleh hanya berdiri megah, tetapi juga terintegrasi dengan akses transportasi dan tata ruang kota.

“Stadion ini harus hidup. Harus punya dampak ekonomi, bukan sekadar bangunan besar yang sepi aktivitas,” tambahnya.

Dengan pengawasan ketat dan perencanaan matang, ia berharap Stadion Sudiang dapat menjadi ikon baru olahraga di Indonesia Timur sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan tahap awal Stadion Sudiang di Jl Pajjaiang, Sudiang Raya, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar terus berprogres.

Saat ini, fokus pengerjaan berada pada tahap pondasi.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, menyampaikan pondasi tribun penonton sedang dikerjakan

“Iya sedang pelaksanaan ground anchor pondasi, presentasenya 5,32 persen,” kata Iwan saat dihubungi Tribun-Timur.com pada Jumat (24/4/2026).

Ground anchor merupakan teknik konstruksi digunakan untuk memperkuat dan menahan struktur agar tetap stabil.

Terutama pada pekerjaan pondasi.

Secara sederhana, ground anchor menggunakan sistem penjangkaran yang ditanam ke dalam tanah.

Fungsinya menahan gaya tarik dari struktur bangunan di atasnya

Umumnya teknik ini digunakan pada proyek besar seperti stadion, jembatan hingga gedung bertingkat

Pada pembangunan stadion, ground anchor biasanya menstabilkan pondasi di tanah.

Sehingga bisa mencegah pergeseran atau longsor. 

Kemudian menambah daya dukung struktur agar lebih aman dalam jangka panjang

Iwan menargetkan pembangunan tahun ini cukup signifikan.

“Insyallah tahun ini sampai 65 persen” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Suherman menyebut proyek ini berjalan hingga 2027.

“Stadion sudiangkan multiyears project,” katanya.

PT Waskita Karya adalah pemenang tender Stadion Sudiang dengan harga penawaran Rp637.155.613.120. 

PT Waskita Karya beralamat di Jl. MT. Haryono Kav.10 Cawang, Jakarta Timur, DKI Jakarta.


Sementara itu, lelang manajemen konstruksi dimenangkan PT Kogas Driyap Konsultan dengan harga penawaran Rp 8.278.028.130.

PT Kogas Driyap Konsultan berkantor di Graha Simatupang Tower 2B lantai 2, Jl.TB.Simatupang Kav.38 Rt.004 Rw.008 Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan 15 hektar di kawasan GOR Sudiang, terdiri dari 7 hektar bangunan stadion dan sisanya untuk fasilitas penunjang lainnya. 

Kapasitas 27 ribu penonton disiapkan dengan kursi single seat. 

KemenPU menyiapkan Pagu Anggaran sebesar Rp674.952.980.000 atau Rp674,9 miliar. 

Dari jumlah tersebut, alokasi tahun 2025 sebesar Rp. 96.042.246.000.

Kemudian tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp. 454.982.115.000. 

Sementara alokasi tahun 2027 sebesar Rp. 123.928.619.000. 

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 540 hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan serah terima pertama.

Sumber: tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *