Ratusan calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Gowa tiba di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026) malam.
Jamaah kloter lim ini tiba menumpangi bus, dan langsung diarahkan ke dalam Aula Arafah.
Di dalam aula, mereka mengikuti serangkaian pemeriksaan, baik kelengkapan dokumen atau administrasi hingga kondisi kesehatan.
Khusus jemaah lansia dan disabilitas mendapatkan pelayanan dan pendampingan khusus dari petugas.
Jamaah yang telah mengikuti serangkaian pemeriksaan langsung diantar ke asrama masing-masing.
CJH Kloter 5 asal Kabupaten Gowa ini, dijadwalkan berangkat ke Madinah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (24/4/2026), pukul 21.20 Wita.
Sekretaris PPIH Embarkasi Makassar Asa Afif Bahri mengatakan, pemeriksaan administrasi dan kesehatan merupakan penentu jadi tidaknya jemaah diberangkatkan ke tanah suci.
“Sekarang sementara pemeriksaan administrasi, kita menunggu termasuk pemeriksaan kesehatan juga, apakah semua bisa diberangkatkan besok,” kata Asa Afif Bahri.
Kepala Kemenhaj Gowa, H Alim Bahri, mengungkapkan total jamaah calon haji asal Gowa tahun ini mencapai 1.452 orang.
“Untuk kloter lima yang kita lepas hari ini sebanyak 387 jamaah,” ujar H Alim Bahri.
Ia menyebut, jemaah tertua dalam rombongan berusia 94 tahun, sementara yang termuda berusia 17 tahun, bernama Sunarti.
Dari 387 jemaah haji asal Gowa yang tiba di Asrama Haji Sudiang ini, 65 persen diantaranya lansia (60-95 tahun).
Selain itu, 39 diantaranya masuk kategori resiko berat.
Diketahui, sebelum tiba di Asrama Haji Sudiang, JCH Kloter 5 ini dilepas oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang.
Proses pelepasan jemaah berlangsung Masjid Agung Syekh Yusuf, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu, Sore tadi.Husniah berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah.
“Laksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Ingat, kesehatan sangat penting karena sebagian besar ibadah membutuhkan kekuatan fisik,” tegasnya.
Ia menambahkan, para jamaah juga membawa nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.
“Bapak dan Ibu bukan hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Gowa,” lanjutnya.
Husniah meminta doa dari para jamaah untuk kemajuan daerah.
“Doakan kami agar bisa menjalankan amanah memimpin Kabupaten Gowa menuju daerah yang semakin maju, sejahtera, aman, dan religius,” tuturnya.
Sumber: tribunnews.com

