Persebaya-Persib Berbagi 1 Poin dari Drama 4 Gol

Laga pekan ke-24 Liga Super antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, melahirkan empat gol, Senin (2/3/2026) malam. Namun, duel klasik tim perserikatan dengan rivalitas panjang ini berakhir antiklimaks dengan skor 2-2 (1-0).

Namun, hasil seri itu belum menggoyahkan ”Pangeran Biru”, julukan Persib, di puncak klasemen sementara dengan 54 poin dari 23 laga. Sementara ”Green Force”, julukan Persebaya, bertahan di posisi kelima dengan 39 poin dari 24 laga.

BRI Super League 2025/2026 masih menyisakan 11 laga bagi Persib dan 10 laga bagi Persebaya. Persib, tim asuhan Bojan Hodak yang menjadi juara bertahan dua musim, sementara unggul empat poin atas Persija Jakarta (50 poin) di zona kualifikasi Liga Champions 2. Persebaya yang ditangani Bernardo Tavares berjarak dua poin dari Malut United (41 poin) di urutan keempat yang merupakan batas bawah zona kualifikasi Liga Challenge.

Skor 2-2 membuat adu laga atau head to head menjadi 4 hasil imbang, 12 kemenangan Persib, dan 6 kemenangan Persebaya. Dari catatan duel, Pangeran Biru superior terhadap Green Force.

Laga di Stadion Gelora Bung Tomo pada Selasa malam itu dihadiri oleh lebih dari 30.000 penonton atau 66,66 persen dari kapasitas 45.000 penonton. Mayoritas penonton ialah bonek atau pendukung fanatik tuan rumah. Di era perserikatan sampai awal milenium ketiga, Persebaya dan Persib memiliki rivalitas sengit yang juga mewarnai hubungan bonek dan bobotoh.

Sengitnya pertandingan terlihat dari empat gol yang tercipta pada malam yang agak sejuk setelah terpaan hujan dan angin di ”Bumi Pahlawan”. Tim tamu nyaris unggul terlebih dahulu lewat skema serangan pada menit ke-22. Umpan silang dari sisi kiri diterima dengan kontrol sempurna oleh sayap serang Saddil Ramdani di dalam kotak penalti, lolos dari jebakan offside, dan melancarkan tendangan ke gawang.

Namun, kiper Ernando Eri sigap dan sukses menepis kesempatan emas Pangeran Biru itu meskipun setelahnya mengomel karena hampir kecolongan. Penonton yang menarik napas karena tegang akhirnya bersorak lega.

Tuan rumah memecah kebuntuan dan membuat stadion bergemuruh lewat gol tendangan penalti sayap serang dan kapten Bruno Moreira pada menit ke-43. Penalti menghukum Persib setelah bek dan kapten Federico Barba menjatuhkan gelandang serang Francisco Rivera di area terlarang. Hukuman tendangan 12 pas itu sahih setelah wasit Eko Saputra mengecek rekaman asisten wasit video atau VAR.

Persib membalas dengan gol bek sayap Kakang Rudianto di menit ke-49 atau waktu tambahan babak pertama. Namun, gol itu dianulir setelah pemeriksaan VAR yang memastikan penyerang Ramon Tanque handball atau kedapatan menyentuh bola dengan tangan terlebih dahulu. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

Tim tamu membalas di babak kedua dengan gol gelandang serang Luciano Guaycochea pada menit ke-51 dari luar kotak penalti. Tendangan keras itu menyambut asis atau umpan gol gelandang Adam Lalis yang baru bermain lima menit menggantikan Frans Putros.

Gol bermula dari kreasi sayap serang Beckham Putra di sektor kanan pertahanan Persebaya. Dekat garis tepi depan lapangan, Beckham mengirim umpan tarik mendatar kepada Lalis yang berdiri di dalam area terlarang Persebaya. Lalis melihat posisi Guaycochea lebih bebas di luar kotak penaltinya untuk melepaskan tembakan keras. Visinya jitu dengan mengirim asis yang berbuah gol ke sudut atas yang gagal dijangkau Ernando sehingga skor menjadi 1-1.

Bahkan, tim tamu kemudian memimpin. Keunggulan tercipta lewat gol penyerang pengganti Andrew Jung pada menit ke-73. Gol itu lahir dari umpan silang gelandang Berguinho dari sisi kanan, dengan bola sedikit mengenai tangan Ernando, tetapi memantul dan meluncur ke sisi kiri. Posisi Jung amat pas sehingga sentuhan lembut kakinya sudah cukup untuk membuat gol dan mengubah skor menjadi 2-1.

Dengan daya juang tinggi, Persebaya akhirnya mampu meruntuhkan keunggulan Persib. Pada menit ke-81, gol tercipta dari kaki Rivera yang mengelabui kiper Teja Paku Alam. Gol lahir dari asis gelandang pengganti Tony Firmansyah. Skor menjadi 2-2 dan bertahan sampai laga usai. Tavares dan Hodak harus puas berbagi satu poin.

Susunan pemain

Persebaya Surabaya (4-3-3)

Ernando Eri; Catur Pamungkas (Koko Araya 66’), Risto Mitrevski, Leo Lelis, Jefferson Silva; Francisco Rivera, Milos Raickovic (Gustavo Fernandes 46’), Sadida Nugraha (Tony Firmansyah 54’); Gali Freitas (Pedro Matos 74’), Riyan Ardiansyah (Alfredo Tata 54’), Bruno Moreira (C)

Pelatih: Bernardo Tavares

Persib Bandung (4-3-3)

Teja Paku Alam; Eliano Reijnders, Patricio Marticardi, Federico Barba (C), Kakang Rudianto; Berguinho (Marc Klok 81’), Frans Putros (Adam Alis 46’), Luciano Guaycochea (Tom Haye 86’); Saddil Ramdani (Beckham Putra 46’), Ramon Tanque (Andrew Jung 46’), Uilliam Barros (Sergio Castel 88’)

Pelatih: Bojan Hodak

Sumber: kompas.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *